oleh



Sering Dijadikan Media Penyebar Radikalisme, Masyarakat Diminta Waspada Gunakan Medsos

PADANG (Metrans)
Masyarakat diminta waspada dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial (medsos). Pasalnya, Medsos sering dijadikan media sebagai penyebar radikalisme dan terorisme. Pola penyebaran paham ini lebih terstruktur dan terpola sehingga sangat berbahaya.

"Masih banyak masyarakat yang tak menyaring informasi yang beredar di medsos. Lebih parah lagi, informasi yang belum tentu benar itu langsung dikirimkan (sharing) ke pengguna medsos lain. Sehingga bisa menjadi viral. Pastikan dulu apakah informasi itu benar atau salah. Jangan main sharing saja ke pengguna medsos lain,” kata Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumbar, Zaim Rais saat pertemuan pegiat media massa, medsos, dan mahasiswa yang digagas FKPT Sumbar, Kamis (13/9) di Padang

Zaim Rais menyebutkan, medsos juga dijadikan penyebab radikalisme dan terorisme. Konten-konten yang membenarkan tindakan kekerasan dibuat dan disebar ke medsos. Hal ini sengaja untuk mengubah pola pikir pengguna medos tadi.


”Jika pikiran telah membenarkan paham radikal dan terorisme, ini yang menjadi ancaman negara. Makanya dari diri sendiri mesti cerdas,” katanya.

Pertemuan dengan mengangkat tema sharing sebelum sharing ini diyakini dapat menekan angka kekerasan tersebut. Dengan begitu literasi digital sebagai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di masyarakat.

Sementara Kasubdit 4 Intelkam Polda Sumbar AKBP Sri Wibowo menyebutkan, yang lebih berbahaya adalah pola pikir yang diubah, sehingga membuat aksi kekerasan didepan publik menjadi hal yang dibenarkan. Dia menyebutkan generasi muda menjadi sasaran paham ini.

”Di Sumbar telah ada penangkapan sejumlah pelaku teror. Ini menandakan pelaku itu ada di Sumbar. Bisa saja itu jaringan. Kita lebih waspada,” katanya.

Di sisi lain, Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT Kolonel Rahmad Suhendro menyampaikan pelaku teror telah berbaur dengan masyarakat. Rahmad menuturkan, BNPT sebagai lembaga negara terus berupaya menangani kejahatan luar biasa itu. Satu di antaranya melalui pelatihan seminar penguatan aparatur desa sebagai bentuk penanggulangan terorisme secara lebih dini.

”Ada beberapa faktor keberhasilan yakni kerja sama seluruh komponen bangsa. Semua bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing. Saling peduli dan mengingatkan,” ujar Rahmad. (pep)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru