oleh

ENAM SAKSI LAGI DIHADIRKAN

Sidang Istri Walikota Padang Panjang dan Rekannya Semakin Menarik

PADANG (Metrans)

Sidang lanjutan dugaan korupsi anggaran belanja rumah tangga rumah dinas Walikota Padang Panjang yang menjerat istri Walikota Padang Panjang, Maria Feronika bersama rekannya, Rici Lima Saza, Kamis (22/3) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang menghadirkan enam saksi.

Enam orang saksi masing-masing empat pekerja, yaitu Ilma Tunil Sakbil, Rezi Febrianto, Sufardiyanto dan Yudi Rifa. Kemudian dua orang lainnya adalah Kepala Cabang Bank Mandiri Padang Panjang, Yulia Fitri dan pegawai Bank Mandiri Padang Panjang, Lili Marlina.


Dalam kesaksiannya, Ilma Tunil Sakbil menyebutkan dirinya pernah disuruh terdakwa Rici Lima Saza untuk berbohong jika ada pihak kepolisian bertanya tentang gajinya, disebut saja Rp75 ribu per hari.

"Saya pernah dipanggil Rici sekitar bulan Juni 2015. Saat itu di depan pintu masuk rumah dinas walikota, Rici bilang kepada saya, jika ada polisi menanyakan gaji, bilang saja Rp75 ribu per hari. Kemudian jumlah pekerja 12 orang dan siapa-siapa saja itu, bilang saja tidak tahu," kata Ilma yang bekerja sejak 2 Februari-24 Juli 2015.

Ilma menyebutkan saat itu dirinya bertanya kepada Rici kenapa gajinya dipotong. Ilma sendiri selama bekerja menerima Rp1,5 juta per bulannya. "Rici bilang untuk biaya makan sebulan, tambah uang kebersihan dan beli soklin," jelas Ilma.

Sementara, terdakwa Rici Lima Saza saat diberi kesempatan oleh majelis hakim yang diketuai Sri Hartati dengan hakim anggota Zaleka dan Ari Muladi menyebutkan perintah untuk meminta pekerja berbohong tersebut datangnya dari terdakwa Maria Feronika.

"Yang memerintahkan saya untuk meminta pekerja berbohong adalah Maria Feronika, Yang Mulia," kata Rici.

Sementara saksi Rezi Febrianto menyebutkan dirinya bekerja di rumah dinas sejak Juni-November 2014 dan dirinya pernah sakit September-Oktober 2014 yang digantikan oleh ayahnya, Sufardiyanto. Saat bekerja dirinya hanya diberi gaji Rp1 juta per bulannya.

"Saya masuk melalui Ni Des dan digaji Rp1 juta per bulan dengan bekerja hanya tiga kali seminggu untuk memotong rumput taman," katanya.

Selama bekerja, Rezi mengaku pernah menandatangani absen atas nama orang lain atas perintah Rici. Saat itu, absen dirinya belum ada. "Saya pernah disuruh Rici menandatangani absen atas nama orang lain. Nama saya saat itu belum ada," jelas Rezi.

Saksi Sufardiyanto menyebutkan dirinya bekerja di rumah dinas walikota karena anaknya Rezi menderita sakit. Dirinya bekerja September-Oktober 2014. Saat bekerja, dirinya hanya diminta KTP oleh Rici Lima Saza.

Sufardiyanto juga mengaku pernah menandatangani absen atas nama orang lain atas perintah Angga yang merupakan sesama pekerja.

Kemudian saksi Yudi Rifa, dalam keterangannya mengaku bekerja Oktober 2014-Juni 2015. Selama bekerja, Yudi menyebutkan dirinya menerima kenaikan gaji dari Rp50 ribu per hari menjadi Rp75 ribu per hari terhitung Januari 2015.

Selanjutnya, saksi Yulia Fitri dan Lili Marlina dari Bank Mandiri memberi keterangan ada transaksi keuangan setoran tunai atas nama Rici Lima Saza ke rekening Maria Feronika sebesar Rp21 juta lebih dengan keterangan untuk pembayaran hutang.

Sidang lanjutan dugaan korupsi anggaran rumah tangga rumah dinas Walikota Padang Panjang yang menjerat istri Walikota Padang Panjang, Maria Feronika bersama rekannya, Rici Lima Saza akan dilanjutkan Kamis (29/3) depan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (pep)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru