oleh



Stres, Ibu di Painan ini Bacok Leher Anaknya dengan Golok

PAINAN (Metrans) 

Diduga stres dan menderita gangguan jiwa, wanita muda Helmida (30), warga Sungai Gemuruh, Nagari Inderapura Selatan, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, tega membacok anak kandungnya sendiri, Fahrul (10), Rabu (12/9) sore, sehingga anaknya yang dibacok mengalami luka bagian leher dan dibawa ke bidan terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Wali Nagari Inderapura Selatan, Jamalus mengatakan, kejadian bermula saat adik korban, Tiara (5) menangis karena sang ibu memotong rambutnya dengan pisau cutter dengan cara tidak wajar sehingga rambutnya acakan. Melihat kelakuan sang ibu waktu itu, Fahrul mendatangi dan menolong sang adik dan ditarik dari ibunya.


Tak terima perbuatan Fahrul, ibunya kesal dan mengamuk, lalu mengambil golok dan langsung membacok Fahrul hingga mengenai leher sang anak. Untung saja golok tersebut kurang tajam sehingga Fahrul mengalami luka yang tidak terlalu serius.

"Kemudian, setelah membacok anaknya, Helmida lari keluar rumah. Mendengan suara teriakan histeris Fahrul, warga sekitar datang ke lokasi kejadian dan melihat Fahrul tergeletak dan berlumuran darah," kata dia ketika dikonfirmasi Metrans, Kamis (13/8).

Dikatakan, guna menghindari hal yang tak diinginkan, Helmida diikat warga. Selanjutnya, korban dibawa ke bidan terdekat untuk mendapat pertolongan pertama dan sang ibu dimusyawarahkan dengan keluarga untuk dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Padang.

Kejadian ini, kata dia, sudah diberitahu kepada Kamtibmas setempat, daan pihaknya berupaya mengurus BPJS khusus untuk mendapatkan perawatan Helmida karena tergolong keluarga Miskin.

Sementara, suami Helmida, Amrin (35) mengakui bahwa istrinya memang sudah dua tahun mengalami kelainan jiwa. Ia mengatakan, gangguan jiwa yang dialami istrinya itu datangnya secara tiba-tiba.

"Saya sudah pernah membawa berobat ke paranormal. Saat itu sudah sembuh, namun saat ini kambuh lagi. Saat saya sedang berada di ladang kambuh lagi. Saya berharap istri saya sembuh dan kembali seperti biasanya. Untuk melanjutkan pengobatan, memang saya ekonomi lemah, maka saya berharap pemerintah membantu untuk mendapatkan BPJS Khusus (ODGJ)," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Pancung Soal, Iptu Andranova ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, membenarkan bahwa kejadian ini benar terjadi di wilayah hukumnya. Namun, tidak ada laporan dari pihak keluarga karena pelakunya stres.

"Tidak ada laporan dari pihak keluarga karena pelakunya stres, sehingga hanya diselesaikan oleh pihak keluarga agar yang sakit segera diobati," kata dia. (fdl)


Tag:

Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru