Piala Suratin U-17 Nasional

Tahan Wakil Jakarta, PSP Tempel BJL

Skuad PSP Padang U-17

"Alhamdulliah dalam laga kedua ini kita bisa kembali meraih poin. Tentu hasil ini menjadi motivasi tersendiri bagi kita kala melakoni laga terakhir menghadapi BJL. Mudah-mudahan dalam laga terakhir kita bisa kembali meraih poin penuh, mohon dukungannya kepada masyarakat Padang,"

Pelatih PSP U-17 Herry Syarif usai pertandingan.

 


PADANG (Metrans)
PSP Padang U-17 berhasil menambah poin dalam lanjutan Piala Suratin U-17 grup B. Poin itu ditambah tim berjuluk Pandeka Mudo, setelah berhasil menahan wakil Jakarta PS Urakan 1-1 (1-1) dalam laga yang ditabuh di Stadion Brantas, Kota Batu Malang, Rabu (30/1/12).

Dengan tambahan satu angka ini, Pandeka Mudo terus menempel pimpinan klasemen BJL 2000 Semarang yang laga kedua kembali meraih poin penuh usai menundukan wakil Bengkulu PS Seluma 3-1. Saat ini PSP meraih poin 4 dari dua kali laga, sedangkan BJL meraih 6 poin.

Selain itu, tambahan satu angka ini juga menjaga peluang PSP lolos ke babak kedua, M Fajri dan kawan-kawan hanya butuh satu poin lagi kala melakoni laga terakhir babak penyisihan menghadapi BJL 2000.

"Alhamdulliah dalam laga kedua ini kita bisa kembali meraih poin. Tentu hasil ini menjadi motivasi tersendiri bagi kita kala melakoni laga terakhir menghadapi BJL. Mudah-mudahan dalam laga terakhir kita bisa kembali meraih poin penuh, mohon dukungannya kepada masyarakat Padang," ujar pelatih PSP U-17 Herry Syarif usai pertandingan.

Laga antara PSP U-17 dengan Urakan berlangsung menarik. Sejak kick off kedua tim silih berganti melakukan tekanan. PSP yang berusaha menenangkan laga ini agar lolos langsung ke babak kedua, lebih banyak menciptakan peluang. Namun, karena penyelesaian akhir yang kurang sempurna peluang emas itu gagal menghasilkan gol.

Pandeka Mudo baru bisa melesatkan gol di menit ke-15 lewat aksi Tafdil Azravi. Namun, setelah unggul PSP sedikit menurunkan volume serangannya. Situasi itu dimanfaatkan para pemain Urakan untuk mengambil kendali serangan. Meski mampu diredam para pemain belakang PSP, namun jelang turun minum Urakan FC mampu menyamakan kedudukan 1-1.

Di babak kedua, pertandingan semakin menarik. Urakan yang termotivasi dengan gol balasan dipengunjung babak pertama, kembali mengambil kendali serangan. Strategi Urakan itu sedikit membuyarkan konsentrasi para pemain PSP. Buktinya, pada menit ke-50, jendral lapangan tengah Pandeka Mudo, Alvito Arsya harus meningalkan lapangan, karena mendapat kartu kuning kedua dan berbuah kartu merah, setelah dia dinilai melakukan pelangaran keras.

Bermain dengan 10 orang, PSP mencoba bangkit dengan lebih berani keluar menyerang. Strategi itu cukup berhasil dengan terciptanya beberapa peluang. Tekanan yang dilakukan para pemain PSP ini juga membuat pemain Urakan FC kehilangan konsentrasi. Pada menit ke-65, pemain Urakan FC juga diusir wasit keluar karena melakukan pelanggaran keras terhadap pemain PSP.

Kembali berimbangnya kekuatan, PSP makin meningkatkan gempurannya. Beberapa peluang kembali tercipta, namun karena penyelesaian akhir yang kurang sempurna peluang emas itu gagal menghasilkan gol. Hingga laga berakhir kedudukan 1-1 tetap bertahan.

"Apreasiasi tetap kita berikan kepada para pemain. Meski bermain dengan 10 orang, namun mereka bisa mengimbangi. Hasil ini tetap akan kita evaluasi untuk menatap laga terakhir," ujar Herry. (can)


Jangan Lewatkan