PEKERJAKAN DUA ORANG ASING

Tak Ada Izin, Perusahaan Pengolahan Pinang di Payakumbuh Disegel Polisi

Perusahaan pengolahan pinang impor yang disegel polisi di Payakumbuh

PAYAKUMBUH (Metrans)

Karena belum memiliki izin sebagai perusahaan pengolahan pinang impor, Satreskrim Polres Payakumbuh, menyegel atau memberi police line sebuah pabrik pengolahan pinang yang sudah 3 bulan beroperasi.

Menurut informasi yang diperoleh pabrik pengolahan pinang yang disegel Polres Payakumbuh itu, berlokasi di Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.


"Penyegelan itu kita lakukan, karena perusahaan pengolahan pinang tersebut tidak memiliki izin resmi sebagai pabrik pengolahan pinang,” ujar Kasatreskrim Polres Payakumbuh Iptu Wawan Dermawan ketika dikonfirmasi, Selasa (30/5).

Ketika dilakukan pemantauan ke lokasi, pengelola mengaku bernama, Herman mengatakan, bahwa perusahaan pengolahan pinang yang dikelolanya memang belum memiliki izin resmi.

“Izin perusahaan ini sedang diurus. Namun, sebagai pengelola saya tidak tahu izin perusahaan itu belum ada, karena yang bertanggungjawab untuk mengurus izin itu dipercayakan kepada Pak Joni,” ujar Herman sekaligus mengakui bahwa pihaknya memang bersalah karena perusahaannya belum memiliki izin.

Diakui Herman, usaha pengolahan pinang yang dikelolanya hanya proses pengeringan saja. Artinya, setelah buah pinang dikeringkan dengan cara direbus dan kemudian dikeringkannya, lalu dikirim ke Medan untuk kemudian di ekspor ke China.

Herman juga mengakui bahwa perusahaan yang dikelolanya memperkerjakan 24 orang tenaga kerja dibagi 3 shift, masing-masing shift 8 orang dan mereka bekerja delapan jam.

Pekerjakan 2 orang asing

Dengan dilakukannya penyegelan terhadap pabrik pengolahan pinang itu oleh Polres Payakumbuh, terungkap di perusahaan tersebut diduga memperkerjakan 2 orang tenaga asing dari China.

Pihak Imigrasi Bukittinggi yang turun melakukan pemantauan ke lokasi pabrik, Selasa (30/5) menemukan dua orang asing asal China di lokasi pabrik. Kedua orang asing itu seorang pria dan seorang lagi wanita masing-masing bernama Yang Zhengxiang dan Wang.

 “Kita belum bisa memastikan apakah kedua orang asing ini telah menyalahi aturan terkait ketenagakerjaan asing. Yang jelas, keduanya memiliki paspor dan izin kerjanya dikeluarkan pihak Imigrasi Medan,” ujar penyidik dari Imgirasi Kelas II B Bukittinggi Musa ketika ditemui di lokasi.

Menurut Musa, terkait keberadaan kedua orang asing diperusahaan pengolahan pinang itu, pihaknya akan memanggil pihak perusahaan yang bertanggungjawab atas keberadaan kedua orang asing tersebut.

Menurut penterjermah bahasa yang dipekerjakan di pabrik tersebut bernama Maria, ujar Musa lagi, dia mengakui bahwa kedua orang asing itu baru satu minggu ini berada di lokasi pabrik sebelum terjadi peristiwa penyegelan oleh pihak Polres Payakumbuh.

Namun demikian, tegas Musa, pihak imigrasi tidak percaya begitu saja dengan pengakuan pihak pentercemah bahasa pihak perusahaan tersebut, dan meminta pihak perusahaan membawa dokumen kedua orang asing itu ke kantor Imigrasi Kelas II B Bukittinggi.


Jangan Lewatkan