oleh

SATU PENAMBANG MASIH DICARI

Tambang Clay di Gunung Sarik Padang Makan Korban, Seorang Penambang Tewas Tertimbun

Meskipun sering terjadi longsor di kawasan tambang Gunung Sariak ini, tetapi longsor yang memakan korban baru terjadi hari ini. Seorang korban ditemukan meninggal dan yang satu masih dicari.
 
PADANG (Metrans)

Warga masyarakat sekitar tambang clay (tanah liat) di Gunung Sariak Kercamatan Kuranji Kota Padag berhamburan keluar rumah ketika mendengar bunyio berdebum yang cukup keras, ba’da dzuhur. Tidak ada pekikan, tetapi baru kemudian warga tahu bahwa ada penambang yang tertimbun.

"Kali ini longsorannya agak luas, jadi kami yakin ada orang yang tertimbun,” kata Syaiful, saksi mata di situ.


Dan memang benar, akhirnya penuturan beberapa pekerja tambang yang selamat menyatakan bahwa ada yang tertimbun. Yang pertama bernama Arif (21) dan Syukri (55). Tak ayal masyarakat langsung memberikan pertolongan menggali longsoran dan ada yang kemudian melaporkan ke polisi serta SAR.

Sejam kemudian pertolongan pun tiba, dari BPBD, Basarnas, Polisi, Satpol PP dan instansi lainnya. Alat-alat berat pun dikerahkan untuk menyingkirkan material longsoran yang menyebar di kawasan tambang.

Empat unit alat berat dikerahkan untuk mencari pekerja tambang yang tertimbun itu. Untungnya Syukri yang berada dalam truknya, bisa cepat ditemukan. Ia dilarikan ke rumah sakit, tapi ajal menjemputnya, ia tak tertolong. Maka oleh pihak BPBD dan Basarnas diserahkan kepada keluarga.

"Korban yang bernama Arif masih kita lakukan pencarian. Dia merupakan operator dari alat berat yang tertimbun,” kata ‎ Ryan dari Basarnas Padang.

Selain dua pekerja, reruntuhan tanah juga menimbun dua kendaraan, truk dan alat berat.
Berdasarkan keterangan polisi diketahui peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.

Pantauan di lapangan hingga pukul 17.30 WIB, empat eksavator masih tampak berjibaku mengais tanah di sekitar lokasi longsor.
Kepala Kepolisian Sektor Kuranji AKP Armijon mengatakan pihaknya menurunkan personel untuk mengamankan lokasi serta membantu proses evakuasi.

Apakah tambang-tambang itu memiliki izin?
Menurut Dinas ESDM Sumbar, tambang itu memiliki izin. Kasi Pengusahaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan Dinas ESDM Sumbar, Azril A ST mengatakan, terdapat 6 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di sekitar kawasan pertambangan tanah clay yang longsor.

"Di antaranya berinisial I, J, S, IJ dan PT T. Untuk kejadian hari ini, saya mendapat informasi sementara, kecelakaan terjadi di lokasi J,” kata Azril A seperti dikutip laman tribunpadang.com.
Pemiliknya sendiri, J, memang mengakui bahwa lahan yang longsor itu adalah lahan dalam izin yang diberikan untuknya.
“Namun, dia belum mengonfirmasi siapa yang menambang di lokasinya tersebut,” jelasnya.

Sejauh ini, Azril A ST mengatakan, anggotanya sudah turun ke lokasi tapi belum memberikan data kongkret.
Tambang clay di Gunuang Sariak itu sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Bahkan sebuah bukit pun nyaris habis diteruka penambang. Umumnya material yang ditambang diangkut ke pabrik semen di Indarung.

Pengangkutan dilakukan dengan truk-truk bertonase besar. Jalan kota yang dibangun untukl warga, dari Gunung Sariak menuju jalan Padang bypass berkali-kali hancur oleh lalu-lalangnya truk bertonase besar di jalan yang mestinya dilewati angkutan kota saja.

"Tiap tahun jalan ini rusak akibat truk-truk itu,” ujar Fadli (28) warga Balai Baru yang mengaku kecewa dengan kerusakan jalan sepanjang jalur Gunung Sariak ke Simpang Balai  Baru itu. 

Dari pantauan Metrans jalan di sekitar Simpang Polda  hingga ke SImpang Balai Baru, baru saja diaspal ulang oleh Pemko Padang. Hanya saja, tidak ada rambu yang melarang truk bertonase besar itu lewat di jalan tersebut.

[rahmat/murdiansyah/ant/tpc]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru