oleh



Tari Tenun Meriahkan Peresmian Sentra Industri Tenu di Tanah Datar

BATUSANGKAR (Metrans)

Tarian kreasi bertema tenun ditampilkan oleh Sanggar Sari Bunian pada peresmian Sentra Industri Tenun terbesar di Indonesia oleh istri Wakil Presiden Ny Mufidah Jusuf Kalla di Nagari Tigo Jangko, kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Tarian tersebut bercerita tentang aktivitas menenun yang biasa dilakukan oleh kaum perempuan yang ada di Lintau atau Minangkabau secara keseluruhan.


"Tarian ini berjudul Tari Tenun, bercerita tentang kebiasaan perempuan Minang dalan menenun," kata koreografer tari, Yeni Eliza, kepada Metrans Selasa (8/5) di Lintau.

Yeni menjelaskan dalam penampilan tari kreasi tersebut mengembangkan beberapa gerakan yang biasa dilakukan oleh seorang penenun, seperti memintal benang, proses penenunan dan lain sebagainya.

Selain itu, dalam penampilan tersebut penari juga sengaja menggunakan Songket Lintau sebagai selendang yang dipergunakan oleh para penari .

Yeni menambahkan, melalui karya tari ini dia ingin menampilkan perempuan Minang yang memiliki keterampilan, salah satunya dalam bidang kerajinan seperti tenun.

"Melalui karya tari ini kita juga ingin memperkenalkan songket yang merupakan hasil tenunan masyarakat Lintau ke orang banyak," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga ditampilkan berbagai macam pakaian adat perempuan yang ada di Tanah Datar, seperti Padang Magek, Lintau Buo, Sungayang, Limo Kaum dan kecamatan lainnya.

Selain itu pakaian adat, kerajinan lain yang diperagakan adalah Batik Pariangan yang merupakan salah satu produk unggulan Desa Wisata Pariangan serta Sulaman Kapalo Samek.

Ketua Dekranasda Tanah Datar, Emi Irdinansyah mengatakan penampilan tari kreasi dan peragaan busana tersebut membuktikan bahwa di kabupaten Tanah Datar banyak hasil karya tenun dan batik yang diproduksi oleh usaha rumahan. Untuk itu diharapkan dengan adanya Sentra Industri ini ke depannya dapat melakukan pelatihan yang tidak hanya difokuskan pada indusri tenun songket, akan tetapi juga bisa dikembangkan kepada industri lain.

"Pada sentra industri tenun ini nantinya bisa dikembangkan pada kerajinan lain, seperti sulaman atau pun kerajinan lainnya dengan melakukan pelatihan," pungkasnya. (eri)


Editor :  Febriansyah Fahlevi

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru