28 Nov 2017 | 17:38:05 WIB
Pewarta : Perdana Putra


SOAL TASTE OF PADANG
Taste of Padang Masih Didebat, Wagub Sumbar: Ayo Usul Jalan Keluarnya!

Taste of Padang Masih Didebat, Wagub Sumbar: Ayo Usul Jalan Keluarnya!

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit memberikan pengantar kegiatan pembangunan komitmen destination branding Sumbar pada salah satu hotel di Padang, Jumat (24/11)


Pemilihan tagline pariwisata Sumbar senilai Rp1,6 miliar masih dalam perdebatan publik. Tagline  yang berbunyi: Taste of Padang  itu dianggap tidak mewakili Sumatera Barat secara keseluruhan. Wagub Nasrul Abit lalu menantang: Ayo jangan hanya komentar tapi ajukan solusinya!

PADANG (Metrans)

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta pihak-pihak yang tidak sepakat dengan branding Taste of Padang, jangan hanya sekedar berkomentar di media sosial (medsos), namun harus memberikan solusi yang positif serta memiliki alasan yang kuat.


"Perbedaan pendapat boleh saja dan itu wajar. Karena membangun pariwisata butuh kebersamaan dan tidak saja pemerintah. Nah, bagi yang memiliki usulan branding dengan dasar dan kajian kuat, silahkan sampaikan. Kami akan terima dan bahas lagi. Jangan sekadar komentar-komentar tanpa solusi," kata Nasrul Abit, Senin (27/11) di Padang.

Nasrul menilai, kritik yang diberikan tanpa solusi yang memiliki dasar, hanya akan memperkeruh suasana dan menjadi sandungan dalam memajuan pariwisata daerah. Apalagi jika yang memberikan kritik itu adalah pihak-pihak yang sebenarnya diundang dalam Focus Group Discussion (FGD), namun tidak datang.

"Saat FGD di undang semua daerah, tapi ada yang tidak datang. Pakar-pakar kami undang. Gunanya untuk menyamakan persepsi dan meminta masukan dari semua pihak. Sebab membangun daerah harus bersama-sama," sebut mantan Bupati Pesisir Selatan itu.

Terkait branding Taste of Padang sendiri, lanjut Nasrul, masih bisa diubah sebelum dilaporkan oleh pihak konsultan pada Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Ia mengaku akan segera membicarakan hal tersebut dengan Gubernur Sumbar. Namun batas waktu yang tersedia sangat sempit.

"Tapi saya sudah minta Kepala Dinas Pariwisata untuk menghubungi konsultan agar menunda pelaporan. Saat ini, kami juga menunggu solusi positif, membangun dari pihak-pihak yang tidak sepakat. Kalau memang harus diubah, ya kami ubah. Bagi kebersamaan membangun daerah itu lebih penting," tuturnya.

Nasrul Abit menyatakan, kesepakatan tercapai setelah ada masukan dari peserta. Serta atas pemahaman yang diberikan konsultan branding, seluruh peserta yang hadir sepakat dengan branding Taste of Padang.

"Branding ini nanti akan dideklarasikan oleh Kemenpar sebagai jualan pariwisata Sumbar. Setelah ini, setiap even pariwisata akan ditampilkan logo dan branding tersebut," ucap Nasrul.

Soal pembuatan branding yang menelan dana Rp1,6 miliar, Nasrul mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu, karena semua biayanya dari pusat," tegas Nasrul.

Sebelumnya, Jumat (24/11) lalu sudah disepakati branding Taste of Padang oleh konsultan dari Kemenpar, Pemprov Sumbar dan kabupaten serta kota di Sumbar. Namun setelah informasi branding meluas di media sosial hingga pemberitaan berbagai media, polemik mulai mencuat. Banyak pihak yang menyayangkan sikap Pemprov Sumbar yang terkesan terburu-buru melaunching brand tanpa mempertimbangkan sentimen 19 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki destinasi berbeda.

Berbagai kritik dan bahkan dalam bentuk sindiran ditebar warganet di media sosial hingga group-group WhatsApp kumpulan pecinta wisata. Mulai dari soal tidak terwakilinya semua potensi Sumbar hingga biaya perumusan branding yang dianggap terlalu besar, menjadi topik perbincangan hangat.

Proyek itu menyusun dua kata senilai Rp1,6 miliar itu setelah ditelusuri memang didanai oleh Kemenpar. Dafri situs lelang LPSE dapat diketahui bahwa proyek itu memang berjudul ‘Penyusunan Branding Destinasi Padang’. “Kalau memang maksudnya dari awal untuk destinasi Padang, ya kenapa harus dijadikan tagline untuk seluruh Sumatera Barat,” ujar seorang member di grup WA TOP100.

Proyek itu memang ditender dan dimenangkan oleh perusahaan konsultan PT Dua Tiga Empat Konsultan dengan nilai tawaran Rp1.646.818.100 dari pagu proyek Rp2 miliar. Tapi tak urung hasilnya menimbulkan berbagai tafsiran di ruang publik. (pep)

Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook