oleh

PEGIAT SEPEDA DELMI WARDI:

TdS Memberi Dampak Positif bagi Perkembangan Aktifitas Sepeda di Sumbar

PADANG (Metrans)
Iven Sport Tourism bertaraf Internasional, Tour de Singkarak (TdS) 2017 sebentar lagi akan ditabuh dengan "grand star" di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, 18 November 2017. Sebanyak 20 tim dari 13 negara tetangga bakal unjuk kebolehan menyelesaikan seluruh tantangan di sembilan etape dengan total panjang lintasan 1250 kilometer memperebutkan total hadiah Rp2,3 miliar. 

Ternyata, perhelatan Sport Tourism TdS yang diselenggarakan selama 10 hari tersebut, tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wistawan dan perekonomian masyarakat Sumatera Barat, namun juga mampu menularkan virus bersepeda bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sejumlah iven gowes, termasuk salah satunya yang terbaru yakni Gowes Siti Nurbaya yang diadakan pada 29 Oktober 2017, bukti dari banyaknya kalangan masyarakat yang saat ini sudah menyukai aktifitas bersepeda. 


Tour de Singkarak, sudah mampu membuka mata, jika sepeda saat sekarang tidak hanya berfungsi sebagai alay transportasi semata. Namun juga sudah berperan menjadi alat olah raga dan bahkan alat untuk berekreasi. 

Tak hanya itu saja, Sepeda saat ini juga sudah menjadi sarana interaksi sosial bagi sebagian besar masyarakat. Banyaknya organisasi klub sepeda bukti jika, sepeda tidak semata menjadi moda transportasi saja.

Menanggapi itu, Delmi Wardi, salah satu penggiat sepeda di Kota Padang, Kamis (2/11) menyebutkan, adanya perhelatan Tour de Singkarak, sedikit banyaknya juga membawa dampak positif bagi perkembangan aktifitas sepeda di Sumatera Barat. Banyak sekarang, anak muda termotivasi melalukan aktifitas sepeda, baik untuk kesehatan maupun yang prestasi.

Selama ini kata Delmi, masyarakat Sumatera Barat hanya menjadi penonton dikala Tour de Singkarak diselenggarakan. Nah dengan semakin maraknya keberadaan klub dan atlet yang ada, tidak menutup kemungkinan, ditahun selanjutnya, atlet asal Sumatera Barat mampu berperan banyak bahkan menjadi atlet yang mampu bersaing dengan pebalap lainnya. 

"Iven Sport Tourism sedikit banyak sudah memberikan pengaruh. Walau sebenarnya aktifitas sepeda, baik sepeda santai maupun sepeda gunung sudah marak sejak tahun 2001 lalu," kata Delmi Wardi.

Saat ini lanjut Delmi, anggota klub sepeda yang ada, sudah memiliki cikal bakal atlet yang cukup banyak. Tinggal saja, dipoles agar mampu menjadi atlet yang bisa bersaing di setiap iven balap sepeda, termasuk juga Tour De Singkarak.

Sementara itu, Didit P Santoso, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sumbar menyebutkan, dari tahun ketahun, pelaksanaan Tour de Singkarak selalu sukses dan membawa dampak positif, baik dari sisi kunjungan wisatawan, peningkatan ekonomi warga hingga membangkitkan gairah bersepeda dikalangan masyarakat.

Nah, mengingat pentingnya kesuksesan dari TDS, maka dari itu sudah sewajarnya jika kita saling mendukung satu sama lain, agar perhelatan Sport Tourism yang pada tahun ini mengusung tema The Biggest Sport Tourism dapat berjalan lancar dan sukses.

Sejak pelaksanaan TdS pertama hingga yang ke-sembilan ini kata Didit, sudah menjadi kiblat nya aktifitas sepeda di Sumatera Barat. Banyaknya pegiat sepeda baik yang individual maupun yang tergabung dalam klub, manjadi salah satu bukti kesuksesan TdS.

Disparekraf Sumbar dalam hal ini, tidak hanya fokus kepada penyelenggaraan TdS semata, namun juga fokus terhadap pertumbuhan dan perkembangan komunitas sepeda. 

"Kita berharap, semakin banyak warga yang mau bersepeda dan bergabung dengan komunitas," ujarnya.

Diketahui, Sport Tourism Tour de Singkarak 2017 ini diikuti oleh 20 tim yang terdiri dari 14 tim internasional diantaranya, Malaysia, Australia, China, Laos, Netherland, Vietnam, Bahrain, Korea, Kuwait, Indonesia dan Japan, serta 6 tim lokal.


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru