oleh

PUNGLI SERTIFIKAT PRONA

Tim Saber Pungli Polres Solok OTT Sekretaris Nagari Aripan, Syafrianto

SOLOK (Metrans)

Sekretaris Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Syafrianto, terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Solok Kota, Jumat (25/8), sekitar pukul 21.00 WIB, saat dia menerima uang pengurusan sertifikat tanah Proyek Nasional Agraria (Prona) dari Widya Widy Ramli, seorang warga nagari tersebut.

Syafrianto tertangkap tangan di rumahnya Komplek Balitbu Jorong Data Tampuniak Nagari Aripan sesaat setelah menerima uang dari Widya sebesar Rp450.000. Dari pengakuan Syafrianto, terungkap satu pelaku lainnya yakni Badrianto, yang merupakan Kasi Pemerintahan Nagari Aripan dan disinyalir juga memungut biaya yang sama untuk pengurusan sertifikat Prona kepada warga Nagari Aripan.


Tim juga melakukan pengembangan dan penangkapan terhadap Badrianto dan menyita barang bukti berupa surat pernyataan warga tentang rincian biaya untuk pengurusan sertifikat Prona.

Dari tangan Syafrianto, Tim Saber Pungli menyita barang bukti sebanyak 7 Sertifikat Hak Milik Nomor 00729, 00693, 00709, 00740, 00686, 00703, 00684. Kemudian uang tunai sebesar Rp 450.000, 1 unit sepeda motor Honda Verza BA 3313 H, 1 Unit HP Samsung warna putih, 1 buah buku tabungan atas nama Syafrianto dan 1 buah buku tanda terima (kwitansi), dementara dari tangan Badrianto disita barang bukti berupa 1 unit laptop merek Axio warna hitam, 5 lembar surat pernyataan tentang rincian biaya untuk pengurusan sertifikat Prona.

Modus operandi yang dilakukan kedua tersangka adalah dengan memungut biaya pengurusan sertifikat Prona sebanyak Rp500 ribu hingga Rp550 ribu persertifikat. Keduanya beralasan uang tersebut untuk biaya administrasi, pengukuran tanah dan pemasangan patok. Sertifikat yang sudah “diproses” pada Syafrianto sebanyak 45 sertifikat dan tersangka Badrianto sebanyak 47 sertifikat. Biaya pengurusan per sertifikat antara Rp500 ribu hingga Rp750 ribu.

 “Kedua tersangka sudah kita tahan di Mapolres Solok Kota. Dalam aksinya pelaku meminta kepada korban untuk mendatangi rumah pelaku untuk menyerahkan uang. Dari pemeriksaan sementara, uang itu untuk pribadinya dan tidak disetor ke kas nagari,” ungkap Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan.                      

 Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Solok Dedi Fahlevi menyatakan Prona yang merupakan salah satu program andalan Presiden Jokowi ini tidak sepeserpun dipungut biaya. Menurut Dedi, Prona dibiayai ABPN, sehingga untuk pengumpulan data yuridis, pengukuran bidang tanah, pemeriksaan panitia dan penerbitan sertifikat tidak dikenakan biaya.

“Hingga saat ini, untuk tingkat nagari di Kabupaten Solok, belum ada aturan yang mengatur tentang pungutan nagari dalam proses pengurusan sertifikat Prona. Kalau ada nagari yang melakukan pungutan, berarti harus memiliki dasar terlebih dahulu seperti peraturan nagari (Perna). Petugas ukur dari BPN dilarang keras untuk menerima imbalan, apalagi menetapkan biaya dalam proses pengukuran. Perlu diingat, semuanya sudah ditanggung APBN,” ungkap Dedi Fahlevi.

Kini, kedua pelaku diancam Pasal 12 huruf (e) junto pasal 11 dan 12 Undang-Undang No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Di pasal 11, keduanya terancam pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.

Sementara dalam pasal 12, dinyatakan pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya, dipidana dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. (rzl)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru