oleh



Tujuh Wanita Pemandu Karaoke dan Sepasang Remaja Diduga Mesum Diamankan Satpol PP Padang

PADANG (Metrans)

7 orang wanita yang diduga sebagai pemandu karaoke di sejumlah tempat hiburan malam Kota Padang terjaring razia yang dilakukan Satpol PP Kota Padang, Minggu (17/11) dini hari. Mereka dijaring lantaran didapati tidak memiliki identitas serta sedang berpakaian minim.

Ketujuh wanita tersebut dijaring petugas Penegak Perda di sejumlah lokasi tempat hiburan malam, yakni enam orang wanita di cafe All Star dan satu orang di Witz Club Axana.


"Petugas yang tengah melakukan patroli pengawasan terhadap tempat hiburan malam, mendapati dua lokasi tempat hiburan  masih melakukan aktivitas di atas ketentuan, tentu kegiatan mereka tersebut telah melanggar Perda serta peraturan yang berlaku di Kota Padang ini sehingga kita melakukan penertiban," kata Kasat Pol PP Padang, Al Amin. 

Ia mengatakan, tidak lama setelah penertiban, Petugas Penegak Perda Pemko Padang ini mendapat laporan dari masyarakat adanya sepasang remaja diduga mesum yang telah diamankan warga dan dua orang laki-laki yang diduga terlibat tawuran di kawasan Jundul Rawang, Kecamatan Padang Selatan.

"Untuk menjaga keselamatannya, keempat remaja tersebut sudah kita amankan ke Mako Satpol PP dan kita serahkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk diproses sesuai aturan yang berlaku," ucap Al Amin.

Selain itu, lanjut dia, keempat remaja tersebut, pihak keluarganya dipanggil petugas untuk datang ke Mako Satpol PP Kota Padang untuk dimintai keterangan lebih lanjut sekaligus sebagai penjamin.

"Untuk sementara kita tunggu pihak keluarga yang bersangkutan datang, karena kita sudah panggil keluarganya ke mako Satpol PP," tambah Al Amin.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kota Padang, agar masing–masing orang tua berperan aktif menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Sehingga mereka tidak terjebak dalam pergaulan yang tidak baik yang dapat merugikan masa depan cita-cita mereka sendiri.

Sementara, terkait penertiban kafe yang menyalahi aturan ini, ia juga mengimbau kepada pemilik tempat hiburan yang tidak memiliki izin untuk segera mengurusnya, karena sudah melanggar Perda 11 Tahun 2005, tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Lebih lanjut kata dia, bagi pengusaha yang telah mengantongi izin, agar jangan melakukan aktivitas yang melangar Perda No 5 Tahun 2012 tentang Tanda Daftar Usaha Pasal 73 ayat 2 terkait patuh dan tutup tempat hiburan malam yaitu dibatasi hingga pukul 02.00 WIB.

"Terkait hal ini, pemilik usaha akan kita panggil ke Mako untuk dimintai keterangannya. Ingat, kami petugas Penegak Perda Pemko Padang, akan terus melakukan pengawasan setiap harinya," tegas Al Amin.

[Raihan Al Karim]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru