oleh



UNP Upayakan Lulusan Terbaik Mengabdi di Sumbar

PADANG (Metrans)

Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri, Ph.D., mengatakan rendahnya kompetensi guru di Sumatera Barat (Sumbar) karena lulusan terbaik LPTK UNP banyak yang mengabdi ke luar Sumbar, dan banyak memilih profesi selain tenaga pendidik.

Penyebabnya salah satunya kesejahteraan guru belum menjanjikan, terutama untuk tenaga honorer. Selain itu, perekrutan guru di berbagai daerah di Sumbar belum selektif, bahkan masih adanya memanfaatkan "orang dalam", yang berdampak pada mutu pendidikan di sekolah.


"Kemarin kami survei ke daerah, saya kira di berbagai daerah 90 persen guru lulusan UNP, ternyata tidak. Hanya berkisar 1/4 atau 1/3 saja lulusan UNP, selebihnya lulusan perguruan tinggi lainnya" sebutnya usai Seminar Nasional Pendidikan yang digelar DPP Iluni UNP di Auditorium UNP, Senin (6/11) baru-baru ini.

Ganefri menyayangkan, karena ini berdampak pada mutu pendidikan yang akan merugikan Sumbar. Ia pun menyatakan bahwa ke depan pihak UNP akan koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah, dan Sekretaris Daerah yang ada di Sumbar, dengan memberi peluang lulusan terbaik UNP untuk mengabdi di sekolah-sekolah yang ada di Sumbar.

"Jika moratorium sudah dicabut, kita akan bicara dengan Pemda dan Sekda yang ada di Sumbar, agar merekrut lulusan terbaik UNP, kalau tidak maka Sumbar rugi karena membiarkannya kerja di luar," ujarnya.

Hal ini karena menurutnya UNP merupakan satu-satunya perguruan tinggi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang negeri di Sumbar. Selain itu, UNP banyak melahirkan tenaga pendidik yang profesional dengan berbagai program, salah satunya melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Pagar terakhir tenaga pendidik itu berada pada PPG, maka untuk menghasilkan guru yang baik dan unggul, setiap calon guru harus berkompetisi menjadi lebih unggul dengan program PPG,” sebutnya.

Terkait kekurangan guru yang ada di Sumbar, Rektor UNP mengatakan ukurannya harus memakai rombel belajar, atau equivalent, bukan berdasarkan rasio guru dan siswa.

“Bappenas menyatakan guru masih berlebih, karena memakai rasio guru dengan siswa, padahal itu cocoknya untuk perguruan tinggi,” ujar Ganefri.

Di waktu berbeda, Ketua Pelaksana Seminar Nasional Pendidikan ini, Alwen Bentri, mengatakan bahwa seminar ini sebagai implementasi salah satu program kerja DPP Iluni UNP. Selain itu, kegiatan ini sebagai ajang silaturahim, serta dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalitas Iluni UNP yang berprofesi sebagai guru.

"Seminar ini sengaja diangkat tentang isu-isu pendidikan terkini, untuk menambah pemahaman baru dan meningkatkan kualitas alumni yang berprofesi sebagai tenaga pendidik," ungkapnya.(why)


Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru