oleh

LOMBA KRIYA IKM

Upaya Menjadikan Barang Bekas Jadi Karya Bernilai Ekonomi

PADANG (Metrans)
Barang-barang bekas tak melulu harus dibuang. Sebab, barang bekas bila diolah dengan berbagai kreasi justru bisa menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. 

Hal itu pula yang dilakukan para peserta Lomba Kriya dari kalangan Industri Kecil Menengah (IKM) utusan kabupaten/kota di Sumbar, Rabu (26/12/2018).

Sebanyak 50 peserta unjuk kreativitas mengolah beragam barang yang tak terpakai. Dihadapan para juri, mereka menjelaskan asal usul barang bekas, proses pembuatan dan kegunaannya. 


Dari barang bekas seperti paralon tercipta tas wanita yang elegan, dari tandan sawit dibikin kotak tissu dan souvenir lainnya dan membuat sajadah batik dengan pewarna kulit manggis, gambir dan lainnya.

Dari sekian banyak produk yang ditampilkan, juri menetapkan Juara I diraih Andi Rahmat asal Payakumbuh, yang mengangkat motif ukiran Minangkabau menjadi jam hias interior. Juara II diraih Rido Judarta asal Batusangkar menampilkan konsep religi dengan karya miniatur masjid berbahan kaca bekas. 

Sedangkan Juara III diraih Restu Nanda asal Seberang Padang, yang mengangkat konsep lampu hias adaptasi rumah Minang. Harapan I Candra Buana dari Pasaman, konsep karya perang Paderi dengan karya ukiran Tuanku Imam Bonjol.

Lalu juara Harapan II disabet Erik asal Ulak Karang Padang dengan karya tas wanita dari paralon sedangkan Harapan III M. Arif asal Payakumbuh dengan karya jam tempurung.

“Kita menggelar Lomba Kriya ini, untuk menggali kreativitas mereka dalam mengolah barang bekas hingga menjadi produk yang bernilai ekonomi,” kata Kepala Dinas Perindag Sumbar, Asben Hendri.

Kriteria lomba adalah dengan memanfaatkan barang-barang yang tak berguna. Diharapkan produk yang dibuat peserta ini diminati konsumen, sehingga bisa diproduksi lebih banyak lagi. Sedangkan untuk pemasaran produk dari barang bekas ini, maka mereka selalu diikutkan dalam berbagai kegiatan pameran.

“Mereka ini juga diikutkan dalam dalam lomba tingkat nasional, tentunya dengan terus mengasah kreativitas peserta untuk menciptakan berbagai barang yang bernilai ekonomi,” terang Asben.

Dan harus diakui, karya mereka sungguh menarik hati. Peserta berasal dari berbagai tingkatan usia, ada anak muda, perempuan paruh baya dan juga remaja wanita. 

Dikatakan, dengan bersemangat mereka menjelaskan pada dewan juri tentang produk yang mereka buat, dari mana mendapatkan bahan baku, kegunaan produk dan proses pembuatannya. (vie)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru