oleh



Usai Penghadangan Jubir Prabowo-Sandi, Tensi Politik di Dharmasraya Mulai 'Tinggi'

PULAU PUNJUNG (Metrans)
Tensi politik di Kabupaten Dharmasraya mulai "meninggi" pascapenghadangan kampanye Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade oleh puluhan orang pendukung Jokowi Makruf saat kunjungannya ke Pasar Sungai Rumbai, Minggu (24/03) lalu.

Buntut dari penghadangan dan pengusiran terhadap Andre Rosiade saat berkunjung ke Pasar Sungai Rumbai itu, kini mulai masuk ke ranah Badan Pengawas Pemilu (Bawslu) Dharmasraya.

"Kami diteriaki dan dihalang-halangi oleh massa pendukung Jokowi, mereka juga mencoba mengusir dan mengintimidasi masyarakat dan pedagang pasar untuk memilih Jokowi," kata Ketua Relawan Pemenangan Andre Rosiade Dharmasraya, Junaindra Sumawan di Pulau Punjung, Selasa (26/3).


Ia mengatakan, Andre dan rombongan datang untuk berkampanye dan bersafari politik. Andre juga tercatat sebagai Caleg Gerindra untuk DPR Dapil Sumbar 1. 

Menurut dia, setelah mengumpulkan bukti yang cukup, pihaknya melaporkan tiga orang di antara massa yang berupaya mengganggu dan menghadang kampanye. Tiga orang yang dilaporkan yakni berinisial FY, S, dan J. Laporan yang dibuatnya itu, diterima langsung petugas Bawaslu Dharmasraya, Rudi Irawan.

"Ketiga orang yang diduga menghadang dilaporkan melanggar pasal 491 tentang Pemilu di mana mengatur ancaman pidana bagi setiap orang yang mengacaukan, menghalangi, atau mengganggu jalannya kampanye Pemilu," lanjutnya.

Sementara Andre Rosiade menyayangkan penghadangan tersebut terjadi di Ranah Minang, karena sikap seperti itu bukan budaya politik masyarakat Minang, melainkan budaya preman.

"Saya rasa pendukung Jokowi di Sungai Rumbai panik, mereka tidak paham cara berdemokrasi yang baik, jangan intimidasi warga yang mau dukung Prabowo, jangan jadi orang yang tidak punya etika," katanya

Terpisah, Komisioner Bawaslu Divisi Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Dharmasraya, Alde Rado saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya laporan dari Ketua Relawan Pemenangan Andre Rosiade Dharmasraya, Junaindra Sumawan, tentang aksi premanisme yang dilakukan oleh pendukung Jokowi-Ma'ruf di pasar Sungai Rumbai, Minggu (24/3) lalu.

"Ya, memang ada laporan dari Ketua Relawan Pemenangan Andre Rosiade, Dharmasraya, atas aksi yang terjadi di Pasar Sungai Rumbai kemaren," kata dia.

Ia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan kajian atas laporan tersebut, dan mendapati ada syarat materil yang belum terpenuhi atas laporan tersebut.

"Kekurangan syarat materil itu, sudah kita sampaikan ke pelapor untuk dipenuhi hingga tiga hari ke depan, terhitung sejak pelapor melapor pada Bawaslu," pungkasnya. (bib)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru