oleh



Vokasi SMK di Sumbar Jadi Perhatian PT PLN (Persero)

PADANG (Metrans)

Menyusul suksesnya revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang ketenagalistrikan di beberapa SMK Negeri unggulan di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan, PT PLN (Persero) melakukan Perjanjian Kerjasama dengan dua Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK) Negeri di Sumatera Barat (Sumbar), yaitu SMKN 1 Padang dan SMKN 1 Bukittinggi pada hari Selasa (17/7) di Kantor Dinas Pendidikan Sumbar, Kota Padang.

Ini merupakan lanjutan program Corporate Social Responsibility (CSR) Peningkatan Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan pada Guru dan peserta didik SMK (Vokasi SMK).


Program Peningkatan Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan pada guru dan peserta didik SMK ini sendiri merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia.

Hadir dalam kesempatan tersebut General Manager PLN Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), General Manager PLN Wilayah Sumatera Barat, General Manager PLN P3B Sumatera yang diwakili oleh Manager UPT Padang, Direktur Utama PT Haleyora Power, Kepala Subdit Lasjurin Direktorat Pembinaan SMK, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Pejabat Inspektur Ketenagalistrikan, Manager PLN Udiklat Padang, Kepala SMKN 1 Padang, serta Kepala SMKN 1 Bukittinggi.

Perjanjian kerjasama ini memuat 4 pokok ruang lingkup, seperti pengembangan kurikulum, dukungan proses pembelajaran & praktek kerja lapangan, fasilitasi uji kompentensi (sertifikasi), dan fasilitasi sarana dan prasarana.

Tahap awal dari revitalisasi adalah Upgrading Guru, sebagaimana dijelaskan Wisnoe Satrijono selaku General Manager PLN Corporate University, terhadap pentingnya peran Guru Produktif dalam mengantarkan para siswanya ke dalam dunia industri. Seorang guru harus lebih dulu memahami dan bahkan sudah memiliki kompetensi atas materi yang diajarkan kepada siswanya. Dalam sambutannya ia berharap bahwa kegiatan Upgrading Guru Produktif tersebut kedepannya akan menjadi agenda terstruktur bagi Dinas Pendidikan Provinsi dan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Proses pembelajaran dari program ini disesuaikan dengan Kurikulum yang telah melalui proses Sinkronisasi. Di dalam kurikulum tersebut telah diatur jumlah jam pelajaran untuk materi Umum Sekolah, Materi Industri dan kegiatan Magang di Unit Operasional PLN,” ujar Wisnoe.

Dari kerjasama yang dilaksanakan oleh PLN Pusdiklat dengan 2 SMK Negeri di Sumatera Barat ini akan dihasilkan pembelajaran, program magang dan proses sertifikasi bagi siswa SMK untuk bidang transmisi. Produk yang dihasilkan tersebut selanjutnya dapat dipergunakan sebagai acuan bagi SMK-SMK lain yang akan mengimplementasikan program keahlian ketenagalistrikan bidang transmisi.

Kepala Subdit Lasjurin Direktorat Pembinaan SMK, Saryadi, menyambut baik dan memberikan apresiasi luar biasa kepada PLN atas kepedulian dan dedikasinya terhadap peningkatan kompetensi generasi muda khususnya dalam hal ketenagalistrikan.

“MOU ini dapat menjadi langkah awal bagi kita untuk mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa yang dimulai dari dunia pendidikan. Semoga hal ini dapat menjadi pijakan kita untuk mempersiapkan SDM yang terampil dan siap bekerja di industri ketenagalistrikan melalui peningkatan kompetensi bagi pendidik  dan peserta didik SMK. Terima kasih atas dukungan PLN dalam mewujudkan revitalisasi SMK,” ujar Saryadi.

Pada akhirnya dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi kedua

belah pihak dalam peningkatan kompetensi peserta didik SMK bidang ketenagalistrikan, sehingga lulusan SMK yang kompeten, memiliki daya saing, berkualitas, dan profesional mampu mendukung pengembangan, pengoperasian dan pemeliharaan industri ketenagalisrikan. (*)


Editor :  Sisca Oktri Santi

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru