Wabup Tanah Datar Resmikan Bank Sampah di Sekolah-sekolah

Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma resmikan bank sampah di SDN 12 Parambahan Lima Kaum ditandai dengan oemukulan gendang. Heri


BATUSANGKA (Metrans)

Kepedulian pada sampah menjadi tanggung jawab bersama, jika tidak tentu akan menjadi permasalahan yang besar. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan dalam megatasi sampah, seperti halnya mendirikan bank sampah. Bank Sampah ini layaknya bank sungguhan ada pencatatan atau saldonya, “ditabung sampah, ditarik uang”.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma saat mecanangkan Peduli Sampah di SDN 12 Parambahan Kecamatan Lima Kaum, Kamis (10/5).


Pada saat yang sama juga diresmikan bank sampah di setiap sekolah mulai dari SD sampai SLTP di Kabupaten Tanah yang diawali di SDN 12 Parambahan tersebut, ini yang pertama dan perdana dicanangkan di Sekolah Dasar tersebut.

Pencanangan yang ditandai dengan pukul bedug tersebut turut dihadiri Kadis Pendidikan Abrar, Camat Lima Kaum Afrizal, Kabid Dinas Perkim LH Pempri dan Forkopimca.

Wabup Zuldafri menyampaikan bahwa dengan dicanangkannya gerakan peduli sampah ini diharapkan kesadaran masyarakat semakin tinggi dan peduli dengan kebersihan, selain itu juga harus mulai memilah sampah basah dan sampah kering, sehingga sampah-sampah ini mudah didaur ulang kembali maupun dijadikan kompos.

Zuldafri juga ucapkan terima kasih dan apresiasi atas dicanangkannya bank sampah ini terutama didunia pendidikan, yang saat ini dimulai di SDN 12 Parambahan Kecamatan Lima Kaum.

“Hal ini akan melatih anak-anak peduli dengan kebersihan dan membiasakan budaya menabung, walau ini dari sampah namun itu sudah merupakan pembelajaran buat mereka,” sebutnya.

Camat Lima Kaum Afrizal kepada Metrans menyampaikan bahwa program masyarakat Lima Kaum Peduli Lingkungan dengan kegiatan gerakan siswa menabung sampah ini merupakan upaya untuk meningkatkan kembali kepedulian masyarakat terhadap sampah.

“Kalau kita lihat akhir-akhir ini banyak sampah yang menumpuk, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, namun hasilnya belum maksimal, maka timbulah ide bank sampah ini,” sebutnya.

Kecamatan Lima Kaum sebagai pusatnya ibu kota kabupaten yaitu Kota Batusangkar, sudah barang tentu kita sebagai masyarakat harus punya ide kreatif untuk menangani sampah ini.

Sebagai inisiatif dari pemerintah kecamatan maka diberdayakanlah sekolah-sekolah yang ada yaitu sebanyak 30 lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta dengan murid lebih dari 2000, dan diperkirakan 1000 rumah tangga, setidaknya dengan upaya ini, maka sudah dapat mengurangi sampah yang terbuang percuma.

Ditempat terpisah Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar Abrar mengatakan gerakan bank sampah ini akan dilanjutkan di sekolah-sekolah lain, jadi sekolah sudah harus memiliki timbangan untuk menimbang sampah yang dibawa anak-anak dan ini dicatat, ada pembukuannya, dan dengan ini tentu anak-anak akan termotivasi.

“Kalau sekolah belum ada gudang penampung sampah ini, sekolah harus menyediakan karung ataupun kantong, dan sampah inipun dipilah jika sampah yang dibawa belum dipilah,” tukasnya.

Ia juga berharap usai pencanangan ini, kegiatan tersebut sudah harus dimulai, dan ini termasuk penilaian kinerja bagi kepala sekolah. (eri)

Editor :  Febriansyah Fahlevi

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Facebook Comments