Wagub Sumbar: Tidak Ada Lagi Perpanjangan PSBB, 8 Juni Harus Masuk New Normal

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit

PADANG (Metrans)
Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) memutuskan untuk tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar pada saat masa PSBB jilid ketiga ini berakhir 7 Juni mendatang.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat jumpa pers daring dengan IJTI Sumbar, Minggu (31/5) sore. 

Menurutnya, Sumbar harus masuk ke era normal baru atau new normal setelah PSBB jilid tiga ini berakhir.


"Jadi tidak ada lagi PSBB keempat. Kita harus masuk ke new normal. Suka tidak suka, mau tidak mau, secara bertahap harus diterapkan. Kita harus menuju ke sana. Tidak ada lagi pilihan kepala daerah, kita harus bersiap secara bertahap. Kan ada TNI-Polri yang mem-backup," jelas dia.

Ia mengatakan, hingga saat ini, sampai PSBB berakhir pada 7 Juni mendatang, Pemprov bersama Pemda setempat sedang menata kesiapan di era new normal nantinya secara bertahap. Kendati demikian, Nasrul Abit berharap tidak ada gelombang kedua penyebaran Covid-19 di Sumbar.

"Sampai tanggal 7 Juni, kita sedang menata dan bersiap masuk new normal secara bertahap. Kita juga tidak mau ada gelombang kedua ini. Dan apa yang diprediksi tim ahli, minggu ketiga Juli ini sudah melandai," tandasnya.

Lebih lanjut kata dia, pemulihan ekonomi sudah mulai secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Sumbar. Untuk itu, dia mengimbau seluruh masyarakat Sumbar untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 agar bisa hidup normal dengan cara menerapkan pola hidup baru di tengah pandemi ini.

"Pemulihan ekonomi sudah mulai secara bertahap, ini harus kita pikirkan. Tentu kita bersama, bagaimana dapat mematuhi protokol kesehatan, tentu kita akan senang bisa lepas, tapi tetap pakai masker. Kehidupan new normal pasca-corona akan tetap kita lalui, secara bertahap," lanjutnya.

Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah kabupaten/kota harus siap dengan segala konsekuensi setelah masa PSBB di Sumbar ini berakhir. Kepala daerah mesti tetap mengedepankan masalah kesehatan, termasuk edukasi tentang Covid-19 kepada masyarakatnya.

"Tentu mereka tetap harus mengendalikan masalah kesehatan, kemudian edukasi harus dilakukan dan diutamakan. Tanggal 8 Juni, kita sudah masuk new normal. Sebelum itu, saya akan rapat dengan kepala daerah, tidak ada lagi PSBB, semua daerah harus siap. Ekonomi, pendidikan menjadi tanggung jawab Pemda, tidak bisa menggantungkan diri ke provinsi," tegas dia.

Nasrul Abit mengatakan, petugas kesehatan juga harus tetap siaga dan segera mengambil tindakan jika terjadi peningkatan kasus saat new normal diterapkan. Namun jika sebaliknya, kita bisa menikmati kehidupan normal, dengan catatan, protokol kesehatan Covid-19 harus tetap dipatuhi.

"Kesimpulannya, mau tidak mau, suka tidak suka, mari sama sama kita masuk new normal secara bertahap. Akhirnya kita nanti membudaya. Karena peralihan saja kita belum terbiasa. Ini tidak berat, kan untuk kesehatan pribadi, keluarga dan lingkungan," pungkasnya.


Jangan Lewatkan