oleh

TUDING PETUGAS PUSKESMAS PASAR KUOK LALAI

Wali Nagari Koto Nan Tigo Batang Kapas Mengamuk

PAINAN (Metrans)

Wali Nagari Koto Nan Tigo, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Yusrizal, mengamuk, disebabkan Pukesmas Pasar Kuok Batang Kapas lalai dalam melayani pasien Itad (50) sehingga meninggal dalam perjalanan saat dirujuk dari pukesmas ke Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) M. Zein Painan, Selasa (14/3).

Pantauan Metrans di lapangan, sebelumnya pasien mengalami ganguan pernapasan dan dibawa ke Puskesmas Pasar Kuok Batang Kapas. Namun, pada saat itu dokter menganjurkan untuk dirujuk ke RSUD M Zein Painan.


Dan saat itu kondisi pasien sedang kritis, dan perlu penanganan serius. Wali Nagari  menganjurkan pasien dipakaikan oksigen dan dirujuk menggunakan mobil Ambulance, namun pihak Puskesmas tak mengindahkan hal itu.     

Seperti disampaikan Yusrizal kepada Metrans, petugas pukesmas tetap saja bersikukuh untuk terlebih dahulu menyelesaikan administrasi dikarenakan pasien dalam kategori umum. Pasien harus membayar uang Rp180ribu untuk biaya ambulance dan oksigen.

"Pada saat itu, saya memang tidak punya uang sepeser pun karena membawa pasien tergesa-gesa. Dan saya telah memohon kepada puskesmas untuk memberikan oksigen dan ambulance. Itu jaminanya saya," kata Yusrizal sambil mengeluarkan dompetnya.

Petugas pukesmas, kata dia lagi, tak membolehkannya, jadi diputuskan Yusrizal untuk membawa pasien dengan mobilnya sendiri.

Dia menilai,  petugas puskesmas lalai dalam pelayanan masyarakat yang telah mengabaikan keselamatan pasien  dan mengakibatkan meninggal dunia.

"Sungguh saya sangat menyesalkan sekali pelayanan petugas puskesmas ini. Dimana etika mereka, hati nuraninya dan dimana kinerjanya, dimana rasa mereka sebagai pelayan kesehatan masyararakat dan saya tak terima kajian ini dan akan melaporkan ke pihak yang berwajib," katanya sambil mengeluarkan air mata di depan RSUD M. Zein Painan.

Ia menuturkan, akan menidaklanjuti persoalan tersebut dan akan melaporkan Puskesmas ke pihak kepolisian, dinas kesehatan dan pemkab Pessel. Supaya persoalan ini diusut tuntas secara hukum.

"Saya akan melaporkan dan mengusut ini. Walaupun jabatan saya taruhanya. Jika tidak, saya dan warga saya akan mendemo puskesmas dalam waktu dekat ini, " ucapnya dengan kesal.

Dia mengatakan, kelalaian pelayanan sudah sering dikeluhkan warga. Namun, hingga saat ini tak ada perubahan kinerja kearah yang lebih baik. Akibatnya, nyawa seseorang melayang secara sia-sia.

"Kematian memang ajal. Namun, tentu ada sebab dan penyebabnya. Saya menilai, ini kelalaian puskesamas, Sehingga nyawa tak lagi berharga," kata dia lagi. (Mil Hendrawandi)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru