oleh

CUACA TAK MENENTU

Warga Solok Masih Dihantui Rasa Cemas

SOLOK (Metrans)

Warga Solok yang terdampak banjir, Kamis kemaren masih mencemaskan kemungkinan terjadinya banjir susulan akibat luapan Sungai Batang Lembang yang membelah dua Nagari di Kecamatan Kubung dan membentang tujuh kelurahan di Kota Solok, seperti yang telah terjadi pada Kamis pagi kemaren yang menyebabkan ribuan rumah dan ratusan hektar lahan pertanian warga terendam air.

Cuaca buruk yang terjadi di berbagai daerah di Sumatera Barat itu, masih membuat khawatir warga akan terjadinya banjir susulan. Hujan yang masih mengguyur sejak dini hari membuat sebagian warga bersiap-siap jika terjadi banjir susulan. Sehingga warga yang tinggal di bantaran  Batang Lembang memilih untuk tinggal di rumah keluarganya yang tidak terkena banjir.


(Baca juga: Bencana Alam Landa Delapan Kecamatan Agam)

Dari pantaun di lapangan, Jumat (6/1), meski debit air sudah berkurang namun hujan deras masih menguyur Solok dan sekitarnya, sehingga warga yang tinggal di bantaran Batang Lembang memilih untuk meniggalkan rumahnya dan mengungsi ke daerah yang dinilai aman dari bencana banjir, dan sebagian warga masih tetap memilih tinggal di rumah, dengan alasan menjaga perabotan dan ternak mereka.

"Sekarang kondisi cuaca susah ditebak, hingga saat ini hujan masih turun. Rasa khawatir banjir susulan masih menghantui kami, karena curah hujan di hulu sungai masih sangat tinggi," kata Jasman (45), warga Kelurahan KTK Jumat (6/1).

(Baca juga: Banjr Landa Limpato Kajai Pasaman Barat)

Kekhawatiran yang dirasakan masyarakat muncul pada saat malam hari, karena waktu malam bisa saja terjadi kemungkinan terburuk tanpa mereka duga sama sekali. Apalagi aliran Batang Lembang yang berada di kawasan ini sudah bergeser dan dikhawatirkan akan meluas ke pemukiman warga.

Sebelumnya, akibat luapan air aliran Batanglembang ini juga memaksa siswa-siswi di beberapa Sekolah yang berada di Kabupaten Solok seperti, Jorong Galanggang Tangah, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung untuk libur. Begitu juga dengan beberapa sekolah di Nagari Koto Baru.

Masing-masing Sekolah yang terpaksa memulangkan siswa-siswinya di Salayo antara lain, SMAN 1 Kubung di Rawang Sari, SMPN 1 Kubung di Tampunik Bawah Jao, SDN 20 Salayo, dan SDN Subarang. Di Kotobaru, beberapa sekolah yang diliburkan antara lain, SDN 28 Jorong Lubuak Aguang, SDN 2 Jorong Simpang, SDN 10 Lapangan Tarandam, dan SD Muhammadiyah 2 di Kayu Samuk.

(Baca juga: Pohon Besar "Terserampang" di Badan Jembatan Alam Itu)

Bencana banjir tidak saja menghantam wilayah tengah dan utara Kabupaten Solok. Di bagian Selatan bumi beras ternama ini juga dihondoh banjir bahkan disertai lumpur. Peristiwa ini terjadi di Nagari Aiadingin, Kecamatan Lembah Gumanti.

Bencana banjir bandang di Nagari Aiadingin, Kecamatan Lembah Gumanti juga memporak-porandakan tiga unit rumah penduduk. Dua unit jembatan penghubung transportasi wilayah setempat juga dilaporkan putus.

Juga di hari yang sama sekitar pukul 07.00 Wib,terjadi juga bencana longsor terjadi di kawasan Jorong Sangkak Puyuah, Nagari Aia Batumbuak, Kecamatan Gunung Talang. Akibatnya, lalu lintas Padang-Alahan Panjang macet total selama 4 jam.

Sementara itu di wilayah Kota Solok sendiri, banjir telah merendam rumah dan sebanyak 500 KK ditujuh kelurahan di dua kecamatan Kota Solok dengan jumlah 1272 jiwa terpaksa mengungsi untuk sementara.

Dari 2 kecamatan sebanyak 7 Kelurahan terkena banjir. Kecamatan Tanjung Harapan yakni Kelurahan Koto Panjang. Sementara Kecamatan Lubuk Sikarah, yakni Kelurahan IX Korong, KTK, Tanah Garam, Sinapa, IV Korong, dan VI Suku.

Sedangkan berapa nilai kerugian yang ditimbulkan belum bisa dihitung secara detail. Karena untuk menghitung itu kita harus melibatkan SKPD lainnya,seperti Dinas Pekerjaan Umum,”ujar Ori Affilo.(inyiak)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru