oleh

MOU TELAH DITEKEN

Whita Dagang Nusantara dan JTRA Sepakat Kembangkan Pariwisata Halal di Jepang

BUKITTINGGI (Metrans)
Komitmen Whita Dagang Nusantara membangun potensi bisnis halal di seluruh dunia, menjadi tujuan utama dalam pengembangan berbagai sektor, salah satunya dalam pengembangan sektor pariwisata dan bisnis tour di dunia melalui Whita Halal Tourism Program, Explorasi berbagai Destinasi Wisata Halal di seluruh dunia semakin mudah dijelajahi.

Chairman PT. Whita Dagang Nusantara Betha A.Djardjis menjelaskan kepada Metrans, Senin (30/4), bahwa Japan Tourism Research Association (JTRA) dan Whita Dagang Nusantara menyetujui untuk membuat dan melaksanakan program pengembangan Pariwisata Halal di Jepang, dan juga untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan fasilitas umum berbasis Halal di Jepang.

"Whita Dagang Nusantara setuju untuk bertanggung jawab dalam memasarkan program Pariwisata Halal Jepang ke negara-negara Asean dan OIC," tambahnya.


Dalam pada itu, Betha A.Djardjis juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Chairman, Japan Tourism Research Association (JTRA) Keiichi Kimura di Jakarta, Sabtu (28/4) dengan No.022/PT WIN/WT/IV/2018 disaksikan Wedi Kamaludin, Marketing Director PT.Pertamina Trans Continental Nusantara dan Masaru Taftryo Betha, Head of BD PT.Whita Aplikasi.

Mengenai prosedur dan implementasi layanan, JTRA bertanggung jawab untuk menjadi seorang penyedia dan pihak Penyedia (Investor), dan bertanggung jawab atas semua hal yang terkait dengan semua restoran di Jepang. Sedangkan Whita Dagang Nusantara bertanggung jawab untuk menjadi Mediator dan Operator dalam pengelolaan sertifikasi bisnis halal dan semua urusan di Indonesia. 

Sementara itu, ruang lingkup kerjasama menciptakan fasilitas bisnis berbasis halal untuk bidang-bidang sebagai berikut, yskni bandara, hotel, restoran, dan situs turis.

Lebih lanjut Betha A.Djardjis menuturkan, sebelum melakukan MoU, Penasehat Perdana Menteri Jepang Bidang Pariwisata, Mr. Keiichi Kimura yang juga sebagai Chairman, Japan Tourism Research Association (JTRA) Kamis (26/4) diterima Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di gedung DPR RI. Dalam penjelasannya Bambang Soesatyo meminta kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang di bidang Pariwisata bisa lebih ditingkatkan lagi. Hingga akhir tahun lalu, jumlah wisatawan Jepang yang berkunjung ke Indonesia lebih dari 700 ribu orang.

"Tahun ini Indonesia-Jepang memasuki masa 60 tahun hubungan diplomatik. Perjalanan panjang selama 60 tahun telah memberikan banyak manfaat bagi kedua negara. Kedepan, kita harapkan kerjasama di bidang pariwisata akan memainkan peranan penting dalam meningkatkan hubungan Indonesia-Jepang," ucap Bambang Soesatyo.

Diharapkannya, jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia bisa mendekati angka 1 juta orang sampai tahun 2018 ini. "Kita telah melakukan promosi gencar-gencaran yang selalu dilakukan Kementerian Pariwisata RI dengan melibatkan banyak travel agent lokal," ujar Bambang Soesatyo.

Bambang Soesatyo juga mengajak Pemerintah Jepang untuk turut berinvestasi mengembangkan 10 destinasi wisata prioritas di Indonesia, keuntungan nilai investasi yang ditawarkan cukup menjanjikan. (win)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru