oleh

MENIPU DAN BERLAGAK DOKTER

WNA Asal Tiongkok Ditangkap Polisi di Pesisir Selatan

PAINAN ( Metrans )

Huang Qingzhi (41), warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, ditangkap Satintelkam Polres Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (1/4), karena diduga melakukan penipuan melalui praktek pemeriksaan kesehatan terhadap anak sekolah.

Kasat Intel Polres Pessel AKP Suhendri Yatno mengatakan, tersangka ditangkap saat melakukan wawancara di SD Negeri 21 Batang Kapas, setelah menerima laporan dari salah satu SD pada Sabtu pagi itu sekitar pukul 10.30 WIB, karena diduga penipuan melalui praktek kesehatan dan melakukan penyalahgunaan izin tinggal. 


"Karena diduga ada indikasi penipuan melalui praktek pemeriksaan atau cek kesehatan terhadap anak sekolah dan juga menjual dan mempromosikan obat-obatan, sehingga yang bersangkutan kita tangkap untuk dilakukan pemeriksaan, berikut beberapa barang bukti (BB)," kata dia 

Dikatakanya, Huang Qingzhi yang mengaku mengantongi surat izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel itu, mendatangi SD N 21 Batangkapas, dengan tujuan akan melakukan pemeriksaan kesehatan para siswa dan juga mempromosikan obat-obatan yang dibawanya.  

"Karena mencurigakan dan mengaku sebagai WNA asal Tiongkok, sehingga pihak-pihak sekolah langsung melaporkan ke pihak kepolisian dan ditindaklanjuti dengan segera menurunkan petugas ke lapangan," sebutnya.

Kemudian bahwa untuk meyakini para calon korban, kata dia, pelaku mengaku telah mendapat izin lisan dari pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, melalui sekretaris instansi tersebut.

"Untuk meyakinkan kepala sekolah, dia mengaku telah mendapatkan persetujuan lisan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel. Sebab dengan gaya meyakinkan, pelaku sebelumnya mendatangi Sekretaris Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan. Tanpa merasa curiga, Sekretaris Dinas Pendidikan memberikan nama daftar sekolah yang ada di Pessel yang dia minta, dengan alasan akan melakukan sosialisasi kesehatan serta juga berfoto bersama. Dan ini dia jadikan sebagai modal untuk mendatangi sekolah-sekolah," ucap Suhendri Yatno.

Suhendri menuturkan, sudah ada tiga orang korban yang melapor karena merasa tertipu oleh pelaku. Para korban ini telah melakukan penebusan obat yang diduga dari racikan sendiri, dengan nilai diatas Rp2,5 juta, bahkan juga ada seherga Rp4,8 juta. Dari pengakuan korban, khasiat obat yang mereka beli dari pelaku bisa menyembuhkan penyakit stroke, hipertensi, diabetes dan lain-lain," ungkapnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Supriadi ketika dihubungi Metro Andalas mengaku telah merasa tertipu oleh pelaku, dan berencana akan membuat pengaduan kepada polisi.

"Saya memang pernah didatangi pelaku sebelumnya di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel. Ketika itu dia mengaku seorang dokter, dan akan sosialisasi serta melakukan pemeriksaan atau cek kesehatan ke sekolah-sekolah. Rencana itu akan dilakukanya pada tanggal 20 Mai 2017, dan saya sarankan untuk miminta izin dulu kepada pemerintah daerah," terangnya.

Sementara itu, Kasubsi  penindakan Imigrasi Padang, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan dia memiliki izin visa bisnis kunjungan ke perusahaan.

"Tapi yang dia lakukan adalah tidak memilik izin Depkes. Kemudian merek dan kadaluarsanya juga tidak jelas," jelasnya.


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru