oleh

DALAM KEMISKINAN TUMOR MENYERANG

Yus Berharap Uluran Tangan Para Dermawan

AROSUKA (Metrans)

Penyakit tumor ganas yang menggerogoti sebagian tubuh Mardi Yusni alias Yus (48), kian hari semakin mengkhawatirkan. Dalam perjalanannya, sang waktu pun mentakdirkan “duka lara” pada istri Levi (46) ini.

Lantaran perekonomian keluarga yang “sunsang” membuat wanita ini hanya bisa pasrah menerima takdir yang menyinggahinya. Kini, ibu dua anak ini hanya dirawat tanpa sentuhan medis di rumah mertuanya, di kawasan Korong Sawah Pasie, Jorong Simpang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.


Dalam kondisi perih teramat sangat, karena didera rasa sakit yang berasal dari tumor ganas yang dideritanya beberapa tahun lalu, Yus hanya bisa mengerang dan merintih, sambil sesekali memapah tangan kanannya, yang sebagian besar sudah dipenuhi benjolan sampai ke bagian dadanya.

Bahkan kini, ukuran tangan kanannya itu kian hari kian tak wajar lagi bentuknya, karena tumor yang tumbuh di bagian ketiaknya terus membesar.

Dalam kondisi lemah, Yus mencoba kembali menjeput kenangan ke masa awal ia terserang penyakit tumor ganas itu.

Dia kepada Metrans, Selasa (13/3) mengatakan, tak pernah menyangka bahwa benjolan yang tumbuh di ketiak kanannya pada tahun 2014 silam, bakal mengantarkannya pada derita seperti sekarang ini.

Karena benjolan itu terus membesar, kata Yus, diapun mencoba mengobatinya, baik melalui medis, maupun obat alternatif.

Penat berobat, namun kesembuhan yang diharapkan tak kunjung datang, malah benjolan itu terus membesar dan menjalar ke payudara dan bagian sekitar dadanya.

Yus mengatakan, saat itu dokter mengatakan bahwa benjolan di ketiaknya itu, karena pembuluh darahnya pecah.

Akhirnya, Yus yang kala itu bersama suaminya berdomisili di Jakarta, dan membuka Rumah Makan Padang, berupaya melakukan operasi di salah satu rumah sakit di Jakarta. Namun pasca operasi itu, penyakitnya belum kunjung jua membaik.

Penat berobat, baik secara medis maupun alternatif, penyakit Yus tak kunjung membaik. Bahkan harta benda dan usaha rumah makan yang dikelolanya, habis terkuras untuk membiayai berobat.

Karena perlahan harta bendanya mulai terkuras, akhirnya Levi, Sang Suami, memutuskan untuk balik ke kampung halaman, sekalian menempuh pengobatan melalui cara “kampung”.

Sebelumnya Levi mengajak istrinya untuk berobat ke Kabupaten Padangpariaman semenjak lebaran Idul Adha 2017 lalu. Namun karena tidak ada juga perkembangan akhirnya, Levi memutuskan untuk memboyong Yus bersama dua anaknya, untuk dirawat di rumah ibunya, di kawasan Korong Sawah Pasie, Jorong Simpang, Nagari Kotobaru Kabupaten Solok.

"Pengobatan secara alternatif atau obat kampung sudah dilakukan, namun belum membuahkan hasil," sebut Levi, sembari berupaya menyembunyikan kesedihannya.

Levi mengatakan, asuransi kesehatan BPJS yang diharapkan bisa membantu, tak lagi bisa diandalkan. Sebab, sudah dua tahun terakhir premi BPJS sudah tak dibayarnya. "Jangankan untuk membayar BPJS, untuk kebutuhan keluarga saja sudah susah," terang Levi yang saat ini beroperasi sebagai sopir truk.

Sementara itu, Walinagari Kotobaru Afrizal K mengakui, Yus baru tinggal 1 minggu lalu di Kotobaru. Dia mengatakan, pemerintah nagari telah mencoba dan berupaya untuk membantu meringankan beban yang diderita oleh Yus.

Afrizal bersama dengan masyarakat daerah itu turut terenyuh melihat nasib yang menimpa keluarga tersebut. Dia berjanji tidak akan berlepas tangan saja, ia bersama masyarakat berupaya menggalang dana untuk pengobatan Yus untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Kita akan mencoba untuk merujuk ibu Yus ke rumah sakit. Kita juga berharap para dermawan turut tersentuh, dan mau mengulurkan bantuan untuk kesembuhan ibu Yus,” katanya. (ad)

 


Editor :  Febriansyah Fahlevi

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru