oleh

KAN CUBADAK DIKUKUHKAN

Zuldafri Darma: Mari Lestarikan Adat dan Budaya Kita

BATUSANGKAR (Metrans)

Kerapatan Adat Nagari (KAN) merupakan lembaga tertinggi di nagari dalam menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi disuatu kaum termasuk didalamnya untuk melestarikan adat dan budaya di nagari tersebut serta masalah sako dan pusako, jadi pemerintah (Bupati) tidak pernah ikut campur tentang kemandirian KAN pada setiap nagari karena KAN itu mengukuhkan dirinya sendiri dan Bupati tidak pernah mengeluarkan Surat Keputusan kepengurusan KAN, karena sudah diatur dalam Perda Nomor 4 tahun 2008 tentang nagari.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma pada acara pengukuhan kepengurusan KAN Nagari Cubadak kecamatan Lima Kaum, bertempat di kantor KAN Cubadak.


Turut hadir Camat Lima Kaum Afrizal dan Forkopimca, Walinagari Cubadak Asrizallis, Tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Menurut wabup, kemandirian KAN yng diatur dalam Perda Nomor.4 tahun2008 ini bertujuan agar KAN benar-benar suatu lembaga adat di nagari yang dihormati masyarakat nagari. Untuk itu kedepan fungsi niniak mamak agar lebih dibangkitkan, karena eksistensi niniak mamak saat ini mulai menurun karena banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan masuknya budaya global ke masyarakat lokal. Apabila fungsi dan peran niniak mamak sudah kembali normal maka anak kemenakan anak mampu diarahkan kepada jalan yang lebih baik dan tidak akan terpengaruh oleh budaya global tersebut.

"Apabila terjadi permasalahan pada anak kemenakan maka diharapkan niniak mamak untuk arif dan bijaksana dalam menyelesaikannya, seberat apapun masalah di nagari dapat diselesaikan ditingkat nagari dan jangan sampai berurusan dengan aparat penegak hukum, semua ini bisa terjadi apabila ninik mamak itu sudah berfungsi dengan baik," tambahnya.

Pada kesempatan itu wabup juga mengajak masyarakat untuk selalu meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam masyarakat serta mari kita lestarikan adat dan budaya yang ada kepada gerasi muda.

Selain itu wabup juga katakan sesuai dengan program pemerintah mewujudkan masyarakat yang madani dan berbudaya, pemerintah mendorong gelar-gelar yang selama ini talipek, tabanam, tagantuang untuk kembali dihidupkan kembali.

“Pemerintah daerah mendorong setiap nagari agar gala(gelar) yang selama ini talipek, tabanam dan tagantuang bisa dihidupkan kembali,” harapnya.

Dengan bertambahnya jumlah ninik mamak yang memangku gelar sesuai adat salingka nagari, diharapkan tigo tungku sajarangan semakin solid dan menjadi tonggak kokoh membangun nagari beserta seluruh masyarakat nagari. Ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai bersama pemerintah daerah bergandengan tangan membangun Luhak Nan Tuo.

Diakhir arahannya wabup juga sampaikan ucapan selamat dan terimakasih kepada pengurus yang telah di kukuhkan dan jalankan amanah ini dengan baik.

Sementara itu Waliangari Cubadak Asrizallis juga katakan dengan telah dikukuhkan Kan Cubdak kami sebagai walinagari sangat menagpresiasi dan diharapkan dapat menjalin kejasama yang solid nantinya antara KAN, BPRN dan Walinagari.

Pengurus yang dikukuhkan untuk mengemban kepengurusan KAN Cubadak periode 2018-2021 yaitu Ketua M. Dt. Paduko, Sekretaris Ruslami Dt. Kayo dan Sekretaris Indra Dt. Gindo Saik bersama puluihan seksi-seksi lainnya. (eri)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru