oleh

TINGGI AIR SAMPAI DUA METER

1.000 Hektar Lahan Petani di Kinali Tergenang

SIMPANG EMPAT (Metrans)

Seribu hektar lebih areal pertanian Labuang Hijau, Sungai Paku Empat Koto Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, di genangi air sampai dua meter.

Genangan air setinggi dua meter itu berasal dari jebolnya tanggul Batang Kinali sejak Oktober 2016 lalu. Akibatnya, sampai saat ini,debit air di areal pertanian itu belum juga susut.


"Para petani palawija seperti sawit dan jagung kewalahan karena tingginya debit air yang masuk ke lokasi pertaniannya. Bahkan para petani itu tidak bisa melakukan aktifitas pertanian, sebelum tanggul tersebut diperbaiki," kata anggota DPRD dari Fraksi PAN, Basio SP di ruang lobi DPRD Pasbar, Rabu (25/1).

Dikatakan Basio, para petani tidak bisa melakukan panen jagung dan sawit karena tingginya debit air yang menggenangi lahan pertanian itu, ditambah lagi dengan masuknya binatang buas seperti buaya ke areal tersebut yang diduga berasal dari Batang Kinali.

"Masuknya buaya ke areal itu, membuat para petani takut untuk memanen hasil taninya. Tentu secara otomatis para petani tidak bisa memanen hasil taninya. Gagalnya panen para petani berdampak kepada merosotnya ekonomi para petani secara drastis," ujar Basio.

Diharapkan kepada Pemkab Pasbar melalui BPBD Pasbar untuk dapat mengatasi atau memperbaiki jebolnya tanggul Batang Kinali. Jika dibiarkan areal pertanian itu bisa menjadi danau mini tempat bermainnya para buaya.

"Tentu para petani tidak bisa berbuat banyak kalau areal pertaniannya sudak menjadi danau. Maka dari itu, Pemkab Pasbar harus secepatnya mengatasi jebolnya tanggul Batang Kinali itu," tegas politisi muda PAN tersebut

Kepada BKSDA Sumbar Basio mengharapkan untuk dapat menanggulangi buaya yang bertaburan di areal pertanian itu dengan cara mengembalikan ke asalnya. “Buaya itu sangat membahayakan petani,” katanya.

Kepala BPBD Pasbar Tri Waluyo SH didampingi Haljeki Aulia mengatakan, pihaknya melakukan cek lokasi terhadap lokasi bencana dan memberikan masukan dan saran ke bupati.

Kemudian pihaknya juga melakukan langkah -angkah dalam penanggulangan bencana tersebut seperti pembuatan RAB atau koordinasi dengan dinas terkait tentang lahan pertanian yang rusak dan penanggulangan jebolnya batang kinali.

"Diharapkan kepada jorong, walinagari dan camat lebih pro aktif dalam menyikapi bencana yang ada di wilayahnya dan memberikan penanggulangan sementara, kepada masyakat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada bupati Pasbar melalui BPBD," pinta Haljeki. (Ron)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru