BAKAL NIKMATI SENSASI KEINDAHAN ALAM SUMBAR

20 Tim dari 13 Negara akan Unjuk Kebolehan di TdS 2017

Pemandangan alam Sumatera Barat nan indah akan menjadi sensasi tersendiri bagi para pebalap di ajang TdS nantinya

PADANG (Metrans)

Sebanyak 20 tim yang berasal dari 13 Negara tetangga bakal unjuk kebolehan menyelesaikan seluruh tantangan di sembilan etape dengan total panjang lintasan 1250 kilometer pada iven Sport Tourism bertaraf Internasional Tour de Singkarak 2017, 18 hingga 29 November 2017 mendatang.

Seluruh Pebalap TdS 2017 yang akan memperebutkan total hadiah senilai Rp 2,3 miliar tersebut, tidak hanya akan berlomba mengayuh sepeda untuk menjadi yang tercepat, namun juga bakal menikmati sensasi keindahan alam Minangkabau disepanjang rute yang dilintasi.


Pantai Padang, Jam Gadang, Pantai Gondoriah, Kawasan Seribu Rumah Gadang, Lembah Harau, Kelok 9, Kelok 44, Danau Maninjau, Danau Singkarak, beberapa diantara sekian banyak objek wisata alam indah yang tentu saja mampu memukau dan menjadi sensasi tersendiri setiap pebalap saat melintasi kawasan tersebut.

(Baca juga: PRB Bank Nagari Satu-Satunya Klub Perwakilan Tuan Rumah)

Mengusung konsep Sport Tourism diajang balap sepeda bertaraf Internasional tersebut, Tour de Singkarak terbukti ampuh menjadi daya tarik wisatawan. Melalui Foto dan Video hasil karya jurnalis yangberperan aktif meliput iven tersebut, banyak wisatawan khususnya mancanegara jadi tahu potensi destinasi yang dimiliki oleh Sumatera Barat.

Sejak perhelatan pertama hingga saat ini, ratusan Fotografer dan Kameramen TV bisa dikatakan 90 persen fokus melakukan pengambilan gambar di spot-spot terbaik wisata alam Minangkabau. Paduan alam nan indah serta iringan para pebalap membuat visual yang dihasilkan jauh lebih menarik jika dibandingkan dengan iven lainnya yang pernah digelar.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sumatera Barat Didit P Santoso menyebutkan, konsep dasar dari iven Tour de Singkarak yakni tak lain untuk mempromosikan aset wisata Sumatera Barat, yang kemudian berdampak kepada peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Dengan banyaknya pemberitaan seputar TdS kata Didit, tentu saja membawa dampak besar bagi perkembangan Kepariwisataan Sumatera Barat. Foto dan Video yang bagus-bagus, tentu saja akan mengundang rasa penasaran para pelancong baik lokal maupun Mancanegara.

Disparekraf Sumatera Barat mencatat sejak penyelenggaraan Tour de Singkarak yang pertama hingga saat ini, angka kunjungan wisman terus meningkat. Peningkatan ini terjadi tidak hanya pada saat pelaksanaan iven saja, namun juga pasca TDS usai diselenggarakan.

"Setiap tahun angka kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat terus meningkat. Adanya TDS membawa dampak yang sangat positif bagi perkembangan kepariwisataan Sumatera Barat," kata Didit P Santoso.

Disparekraf Sumatera Barat lanjut Didit, berharap wisatawan terutama yang datang dari Negara tetanggaatau belahan dunia mana saja, tidak hanya mengunjungi objek wisata mainstream yang memang sudah terkenal, namun juga dapat mengunjungi objek lain yang tentu tak kalah menarik jika dikunjungi.

Didit juga menjelaskan, berdasarkan data dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, sedikitnya ada 959 benda cagar budaya yang saat ini terdata. Benda peninggalan sejarah tersebut, juga merupakan aset pariwisata yang dimiliki oleh Sumatera Barat.Bagi pecinta wisata sejarah, Didit menyakini apabila dikunjungi, sudah barang tentu tidak hanya memukau wisatawan, namun juga akan mampu menambah wawasan.

Kota Tambang Sawahlunto dengan sejarah tambang, Bukitinggi dengan peninggalan sejarah Pemerintah Kolonial Belanda, dan Kabupaten Limapuluh Kota yang terkenal dengan kota yang banyak terdapat benda peninggalan zaman Megalitik yang lazim disebut Menhir, sayang jika dilewati begitu saja. Disamping itu, para wisatawan juga bakal disuguhi dengan beragam macam kuliner khas Sumatera Barat,yang dapat ditemui dimana saja dan dengan harga yang terjangkau.

"Jadi, sekali lagi, TdS mampu membawa dampak positif terhadap keparisiwataan Sumbar," tutup Didit. (adv)


Jangan Lewatkan