oleh

TAK LAYAK KONSUMSI

200 Ton Beras di Gudang Bulog Painan Tak Bisa Disalurkan

PAINAN (Metrans)
Sebanyak 200 ton beras  di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional II (Divre II) Sago, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tidak bisa disalurkan karena dinilai tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat di daerah itu.

Tumpukan beras yang telah berbubuk tersebut datang pada bulan Maret tahun 2016, dan baru diketahui  tumpukan beras itu ketika Tim Kordinasi Beras Keluarga Sejahtera (Rastra)  Kabupaten Pesisir Selatan, mendapatkan informasi kemudian langsung mengunjungi gudang Bulog tersebut

Kepala Bagian Perekonomian, Kabupaten Pesisir Selatan, Rosdi menyampaikan, sesuai informasi yang didapatkan di Gudang Bulog Sago tersedia 1.200 ton beras, setelah pihaknya melakukan pengecekan  hanya 1.000 ton yang layak untuk didistribusikan.


"Sementara 200 ton lainnya tidak layak untuk dikonsumsi sebab warna berasnya kekuning - kuningan dan berbubuk," ucap Rosdi di Painan, Rabu (24/5)

Ia mengatakan  disaat tim Koordiasi Rastra turun ke Gudang Bulog Sago, terlihat ketika itu aktivitas memasukkan beras 200 ton ke dalam karung oleh pekerja di gudang Bulog tersebut.

Sehingga kami dari Tim Koordinasi Rastra Pessel menegaskan agar beras yang berjumlah sebanyak 200 ton sebagai mana ditemukan itu, jangan sampai disalurkan sebagai Rastra. Ketegasan itu kami lahirkan dalam bentuk rekomendasi", kata dia

Tim Koordinasi Rastra Kabupaten Pesisir Selatan terdiri dari unsur pejabat pemerintah setempat, Polres, Kejaksaan dan wartawan yang bertugas memantau tersalurnya Rastra sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Seksi Perawatan dan Pengendalian Mutu Bulog Sumbar, Aditiawarman mengatakan  pihaknya hanya akan memastikan menyalurkan beras dengan kualitas baik sebagai Rastra.

"Bukan 200 ton tapi hanya 147 ton, beras tersebut selanjutnya akan kami sortasi atau pemilihan sehingga diketahui berapa yang layak dan seterusnya disalurkan," katanya

Dia mengatakan beras sebanyak 147 ton tersebut tiba di Gudang Sago pada Maret 2016, karena kondisi gudang yang kurang ideal sehingga suhu mempengaruhi kualitas beras.

"Kami tidak bisa memastikan beras tersebut turun mutu atau tidak, karena akan ada tim teknis dari Jakarta yang kompeten menentukannya," kata Aditiawarman.


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru