oleh



9 Geopark Ranah Minang akan Disertifikasi UNESCO

PADANG (Metrans)

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno, menyebutkan Sumbar memiliki potensi geopark dengan kekayaan alam, budaya, dan keunikan yang sangat berbeda dibanding daerah lain yang ada di Indonesia, termasuk di dunia.

Berpijak dari hal itu, tercatat sembilan geopark ranah Minang akan didaftarkan untuk mendapat pengakuan dari UNESCO. Adapun geopark yang dimaksud, yakni Ngarai Sianok, Danau Maninjau, Tarusan Kamang, Lembah Harau, Danau Kembar, Sawah Lunto, Goa Batu Kapal, dan Silokek.


"Geopark ini mutiara yang terpendam yang harus digali dan dikembangkan, agar wisatawan tertarik datang ke Sumbar, selain memperkaya destinasi wisata, juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya dalam kegiatan Seminar Geopark Ranah Minang di Kyriad Hotel Bumi Minang, Kamis (7/9).

Irwan menyebutkan, Geopark akan menjadikan objek alam di Sumbar menjadi suatu taman yang di dalamnya mencakup nilai ekologi, arkeologi, dan nilai-nilai budaya. Ia menilai, pengembangan Geopark tersebut selaras dengan niat Pemerintah Daerah untuk menggeliatkan pariwisata Sumbar.

Irwan menambahkan, direncanakan ke depan akan mengumpulkan bupati/wako di Sumbar, untuk membicarakan persoalan potensi Geopark di Sumbar. Hal ini sebagai persiapan agar kesembilan Geopark Sumbar bisa disertifikasi, serta destinasi tersebut benar-benar diakui UNESCO ketika dilakukan penilaian.

"Kesembilan geopark itu, enam diantaranya sudah terkenal juga, tapi kita perlu mematenkan dan mendapat pengakuan, makanya adanya penandatanganan MoU dan pencanangan piagam pencanangan Geopark Ranah Minang bersama pemerintah daerah, Kemenko Maritim, dan Percepatan Geopark Indonesia," jelasnya.

Ketua Percepatan Geopark Indonesia, Yunus Kusumahbrata mengatakan saat ini dari enam geopark di Indonesia, dua di antarnya sudah bersertifikasi UNESCO yakni Geopark Gunung Sewu dan Geopark Batur yang ada di Bali.

Selain itu, katanya dua Geopark yang akan bersertifikasi UNESCO yang kini masih dalam proses, yakni Gunung Rinjani dan Pelabuhan Ratu. Khusus Rinjani, akan mendapatkan sertifikasi dari UNESCO Global Geopark pada September nanti di Tiongkok. Geopark ini juga berkontribusi memajukan pariwisata, terutama untuk mengundang wisatawan mancanegara.

"Kita tengah persiapan geopark lainnya, seperti di daerah Merangin Jambi, Kaldera Toba, dan serta Geopark Ranah Minang.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim, Arif Rahman Hakim juga mengatakan, dari Kemenko Maritim mencatat masih ada 12 lokasi potensial Geopark yang ada di wilayah Sumatera, di antaranya temasuk Geopark di Sumatera Barat (Sumbar).

Menurut Arif, Khusus untuk daerah Sumbar, ia menilai sudah memiliki modal Geopark kelas nasional, bahkan internasional. Berdasarkan hal itu ia menegaskan, dukungan dan keseriusan sejumlah pihak daerah sangat diperlukan agar bisa memanfaatkan potensi itu dengan baik. Jika geopark Sumbar ini ditangani dengan serius, bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Pengembangan Geopark ini perlu adanya keterlibatan sejumlah pihak, seperti Kementerian Perhubungan, ESDM, Pariwisata, PUPR, Kehutanan, Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, Organisasi Profesi Kebumian, pelaku usaha, dan banyak pihak lainnya. (why)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru