oleh

KEPALA PERWAKILAN BI SUMBAR:

Akhir tahun 2017, Inflasi Sumbar Diperkirakan Lebih Rendah Dibandingkan Tahun Lalu

PADANG (Metrans)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Pertemuan Tahunan 2017 bertemakan "Memperkuat Momentum" di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Kamis (21/12).

Selain dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Sumbar Endy Dwi Tjahjono, juga tampak hadir Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Bupati dan Walikota di Sumbar, Jajaran Forkopimda Sumbar, Para Pimpinan Perbankan di Sumbar, serta instansi terkait lainnya.


Dalam paparannya, Kepala Perwakilan BI Sumbar, Endy Dwi Tjahjono mengatakan, laju inflasi yang rendah dan stabil pastinya berdampak pada terjaganya daya beli masyarakat sehingga berimbas pada kinerja perekonomian. Inflasi tahunan Sumbar pada bulan November 2017 mencapai 1,33% (yoy). Akhir tahun 2017,  ia memperkirakan inflasi Sumbar masih berada di kisaran 2,2% - 2,6% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan tahun lalu sebesar 4,89%(yoy).

Ia menilai, meredanya tekanan inflasi tahun 2017 terjadi karena terjaganya pasokan kelompok volatile food yang memiliki andil cukup tinggi pada keranjang inflasi Sumatera Barat. Meski demikian, inflasi akhir tahun 2017 dibayangi risiko kenaikan harga bahan makanan strategis (khususnya cabai merah) karena terganggunya produksi akibat meningkatnya intensitas curah hujan. Seperti pada tahun sebelumnya, inflasi kelompok administered price diperkirakan dominan disumbang tiket angkutan udara seiring meningkatnya permintaan menjelang liburan akhir tahun.

"Kami menyadari bahwa upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan perlu didukung salah satunya dengan pengendalian inflasi pada tingkat yang rendah dan stabil. Namun, tantangan pengendalian inflasi di daerah cukup berat terutama dalam menjaga kecukupan pasokan bahan pangan strategis," ujar Endy.

Ia mengatakan, pengendalian inflasi ini tersebut perlu dukungan serta kerja sama dari berbagai pihak yaitu Pemerintah Daerah dan instansi terkait lainnya yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Berbagai program pengendalian inflasi telah dilakukan oleh TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sehingga tingkat inflasi di Sumatera Barat lebih terkendali memasuki tahun 2016 lalu.

"Tingginya komitmen Pemerintah Daerah dan kuatnya sinergi antar instansi menjadi faktor kunci keberhasilan pengendalian inflasi di Sumatera Barat. Hal tersebut dibuktikan dengan terpilihnya TPID Kota Padang sebagai TPID Terbaik Tingkat Kota di wilayah Sumatera pada tahun 2016 dan terpilihnya TPID Provinsi Sumatera Barat sebagai TPID Terbaik Tingkat Provinsi di wilayah Sumatera pada tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden RI kepada Bapak Irwan Prayitno sebagai bentuk apresiasi atas komitmen TPID Sumatera Barat dalam pengendalian inflasi daerah," tambahnya.

Ia mengatakan, ada beberapa program unggulan TPID yang telah dilaksanakan diantaranya, pelaksanaan Pasar Murah di beberapa kecamatan selama Ramadhan, Gerakan Menanam Cabai dalam Polybag, Pasar Tani, Gerakan Stabilitas Pangan, Pembangunan Gedung Pengendalian Inflasi, Pembuatan demplot bawang merah dan cabai merah pada lahan tidur, serta Pendirian Minang Mart. 

"Program-program ini tentunya akan kami intensifkan pelaksanaannya di tahun 2018 ditambah dengan program-program baru yang mengarah pada Kerja Sama Antar Daerah dan optimalisasi peran klaster binaan dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di Sumatera Barat," katanya. (Raihan)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru