oleh



Alat Pendeteksi Kesehatan Sapi Ciptaan Mahasiswa PNP, dengan Sensor Suhu di Anus

PADANG (Metrans)

Guna menekan biaya pengecekan kesehatan pada sapi, Kelompok Pekan Kreatifitas Mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) menciptakan alat yang berfungsi untuk memperoleh Informasi Kesehatan pada Sapi (ISEPI).

Lahirnya alat pendeteksi sapi berbasis mikro kontroller itu berawal dari gagasan tiga Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi PNP. Masing-masing Rafki Mauliadi, Afdal dan Johan. Karya kreatif trio mahasiswa itu sudah lolos seleksi dan meraih dana penelitian dari Kemenristekdikti untuk pembuatan dan penelitian dalam progeam Pekan Kreatifitas Mahasiswa 2019.


Ketua Kelompok ISEPI, Rafki Mauliadi mengatakan, pada alat tersebut, terdapat tiga sensor penting yang berguna untuk memperoleh kesehatan pada sapi yang dilekatkan di bagian tubuh sapi. Penelitian dan pembuatan alat ini juga dibantu oleh Guru Besar Fisiologi Reproduksi dan Kesehatan Ternak, Jurusan Produksi Ternak Universitas Andalas (Unand), Prof. Drh. Hj. Endang Purwati RN., MS, Ph,D.

"Kita mempunyai tiga sensor penting. Ketiga alat itu yakni, sensor suhu, sensor jantung dan nafas, serta sensor untuk melacak posisi dari sapi yang dipasangi alat tersebut. Alhamdulillah Buk Endang dari Guru Besar Produksi Ternak Unand," kata Rafki kepada Metrans, Kamis (13/6).

 Ia menjelaskan, sensor suhu dipasang pada anus (rektum) sapi, sehingga dapat melihat langsung dari android berapa suhu sapi tersebut. Dia memilih untuk meletakkan sensor di rektum berkat hasil penelitian dan disimpulkan bahwa pengecekan suhu sapi paling tepat adalah di rektum.

Kemudian, sensor jantung dan nafas berfungsi untuk mendeteksi detak jantung serta mengetahui perubahan pada nafasnya. Sensor ini dipasang di bagian dada bawah sebelah kiri sapi. Sehingga, apabila sapi mengalami sakit, dapat langsung diketahui, apakah melalui suara nafas, atau pun jantung.

Terakhir, sensor melacak posisi yang berfungsi untuk melihat posisi sapi melalui fitur GPS yang terhubung ke android pada alat tersebut.

Ia menjelaskan, untuk pembuatan alat tersebut membutuhkan biaya lebih kurang Rp700 ribu karena memiliki tiga alat yang terpisah, serta kualitas alat tertinggi.

"Untuk biaya pembuatan satu alat hingga jadi, membutuhkan biaya Rp700 ribu dengan lama pembuatan lebih kurang 1 bulan. Alhamdulillah untuk pembuatan dan penelitian, kami telah didanai oleh Kemenristekdikti," sebutnya.

Lebih lanjut kata Rafki, pihaknya mengajukan proposal pembuatan alat ini karena judul tersebut memang belum pernah diajukan oleh siapa pun, serta merupakan ide kreatif dari kelompok mereka.

"Ini merupakan ide kreatif kami. Faktor lain kami mengangkat ide ini, karena biaya pengecekan kesehatan sapi ke dokter cukup mahal. Setelah dilakukan penelitian, ternyata peternak sapi juga kewalahan untuk mengecek kesehatan sapinya," sebut Rafki.

Ia menyebut, pada tanggal 25 hingga 27 Juni mendatang, mereka akan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Universitas Andalas.

"Selanjutnya kami akan ikut Monev di Unand. Kami optimis. Bagaimana pun hasilnya, kami telah berdiskusi dan berencana untuk melanjutkan produksi alat ini untuk dijual kepada para peternak sapi, serta menyosialisasikan penggunaan alat ini kepada peternak sapi," sebutnya.

Terpisah, Pembina PKM Dikti PNP, Fazrol Rozi menyebut, total proposal yang lolos di PNP, ada 14 proposal. Sementara, di jurusan TI, 5 proposal yang lolos seleksi dan didanai oleh Kemenristekdikti untuk penelitian dan pembuatan alat.

"Kita di PNP, lolos 14 proposal. Sementara di jurusan TI, 5 proposal yang lolos seleksi. Untuk PKM tahun ini, kita optimis setidaknya bisa menduduki posisi 30 besar di nasional. Karena memang saingan di nasional cukup berat," tutupnya.

Diketahui, pada PKM 2018 lalu, tim Gelang Anti Begal (Gibal) juga berhasil lolos tahap seleksi proposal. Mereka juga didanai oleh Kemenristekdikti untuk penelitian dan pembuatan alat. Gibal juga berhasil menyabet Juara Terfavorit di tingkat nasional.

[Raihan Al Karim]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru