oleh

DIMINTA TETAP DILESTARIKAN

Alek Pacu Jawi di Nagari Sungai Jambu Tanah Datar Ditutup

BATUSANGKAR (Metrans)

Pelaksanaan alek nagari Pacu Jawi diharapkan tidak mengubah tradisi yang telah berlangsung sejak dulu. 

"Keunikan alek pacu jawi ini harus tetap dijaga dan terus dilestarikan, karena ini kekayaan adat dan budaya kita," kata Arif Rahman,  Ketua Panitia Alek Pacu Jawi saat acara penutupan di Sawah Gaduang, Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Tanah Datar, Sabtu 6 Oktober 2018.


Arif menyebut kegiatan pacu jawi ini tidak sama dengan daerah lain sehingga perlu dilestarikan sebagai budaya dan tradisi masyarakat Tanah Datar.

"Karena keunikan inilah menjadi salah satu agenda pariwisata yang disukai masyarakat, para fotografer dan wisatawan lokal maupun mancanegara," kata calon anggota legislatif Tanah Datar ini.

Di sisi lain, pacu jawi juga mempunyai dampak positif bagi perekonomian dan sosial budaya masyarakat yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

"Saat kegiatan pacu jawi berlangsung, masyarakat dapat menggelar berbagai jenis makanan dan minuman, disamping itu, bagi peternak sapi juga dapat meningkatkan kesejahteraannya dimana setiap sapi pacuan akan punya nilai jual yang tinggi dibanding sapi biasa," katanya. 

Sementara itu,  Pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai Jambu N. Datuk Mangkuto Majolelo, mengharapkan pacu jawi ini dapat menjadi agenda rutin di nagari sehingga dapat menjalin silaturahmi dan persatuan sesama anak nagari. 

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Tanah Datar, Abdul Hakim dimana pemerintah daerah sepakat akan terus melestarikan alek pacu jawi ini tanpa mengubah tradisi yang ada.

Hakim menyebut alek Pacu Jawi saat ini tak lagi milik orang Kabupaten Tanah Datar saja, tapi sudah mendunia sehingga diharapkan masyarakat dapat mempertahankan tradisi seperti ini dan tidak terpengaruh dengan budaya asing.

"Kegiatan pacu jawi ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan menjadi sarana hiburan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat," katanya.

Atraksi pacu jawi ini adalah permainan tradisional masyarakat di empat kecamatan di Tanah Datar yang diaplikasikan sebagai hiburan masyarakat.

Ia menyebutkan pacu jawi dilaksanakan untuk mengisi masa setelah panen padi sampai musim bercocok tanam yang prosesinya dilaksanakan secara adat Minangkabau. (fan) 


Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru