oleh



Ancam Tak Diberi Sertifikat Halal, Wagub: Jangan Ada Lagi Nama Makanan yang Tak Lazim

PADANG (Metrans)
Menindaklanjuti banyaknya masukan dari wisatawan lokal terkait maraknya nama makanan siap saji yang tak lazim di Sumatera Barat, Pemprov Sumbar mengimbau seluruh penjual makanan untuk mengganti nama-nama makanan yang tak lazim itu. Jika tidak, mereka terancam tak mendapatkan sertifikat halal.

Untuk itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit meminta walikota dan bupati untuk memantau nama makanan yang tak lazim dan tak enak didengar di daerah masing-masing, karena hal itu dapat merusak norma-norma adat minangkabau.

"Kita imbau walikota dan bupati untuk memperhatikan nama-nama makanan ini. Memang ini bentuk daya tarik kepada konsumen dalam berjualan, akan tetapi ini bisa merusak norma adat minangkabau kita. Tidak ada nama menu atau makanan yang mengarah kepada yang tak lazim untuk di dengar," kata Nasrul Abit, Rabu (3/7).


Menurutnya, di Sumbar sangat banyak menu makanan yang tak lazim didengar oleh pendatang dari luar provinsi. Hal ini, kata dia, dapat membuat adat minangkabau diremehkan para pendatang.

Dikatakan, nama makanan yang tak lazim didengar itu seperti mie narako, mie caruik, dan lain sebagainya. Nama makanan seperti ini, kata dia, dapat merusak adat minang dengan nama-nama yang tak lazim seperti ini.

"Kita berharap, semua pelaku usaha makanan bisa merubah menu makanan yang baik dan benar, tidak ada rezeki berkurang dengan ganti nama. Contoh, bikin saja nama 'mie pedas', tidak usah berlebihan," tutupnya. (byu)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru