oleh

DI PENGADILAN NEGERI PADANG

Angkut dan Simpan 665 Liter Premium Tanpa Izin, Pensiunan Polisi ini Harus Duduk di Kursi Pesakitan

PADANG (Metrans)

Terdakwa Rizwarman, seorang pensiunan Polri harus merasakan duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Padang, Selasa (5/11). Sebab, ia diduga melakukan tindak pidana pengangkutan dan penyimpanan bahan bakar jenis premium seberat 665 liter tanpa izin, serta bermoduskan memodifikasi tangki BBM mobilnya.

Sidang kali ini yakni dengan agenda pemeriksaan tiga orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Mulyana Safitri. Para saksi yang dihadirkan salah satunya yakni Petugas SPBU di kawasan Khatib Sulaiman, Harry Septi.


Ia menceritakan, memang sering melihat mobil terdakwa mondar-mandir mengantre BBM di tempat ia bekerja. 

"Bapak ini menggunakan mobil APV paling sering isi minyak (bensin) dengan cara bolak-balik mengantre. Kami sering sebut dengan 'Bapak APV'. Namun kecurigaan tidak ada kalau mobil tersebut telah dimodifikasi tangki kendaraannya," kata dia saat memberikan keterangannya.

Saksi lainnya yang merupakan salah seorang pengawas SPBU mengatakan, bahwa untuk bahan bakar jenis premium, pengisiannya dibatasi hingga Rp300 ribu saja. Untuk pengisian premium antrean sangat panjang. Jika BBM jenis premium datang paling lama 3 sampai 4 jam sudah habis," ujarnya

Terdakwa yang saat itu memakai rompi merah bertulisan tahanan Kejaksaan Negeri Padang, membenarkan keterangan para saksi.

" Benar buk," ujarnya. 

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Sihol Boang Manalu beranggotakan Ade Zulfiana dan Suratni, menunda sidang pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari kepolisian.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU dijelaskan, perbuatan terdakwa dengan cara-cara tersebut telah dilakukan sejak bulan September tahun 2018. Terdakwa membeli bahan bakar minyak jenis premium ke beberapa SPBU di sekitar Kota Padang dengan cara menggunakan satu unit mobil jenis Suzuki APV warna silver nomor polisi BA 1403 AV dengan tangki minyak tambahan yang telah dimodifikasi oleh terdakwa.

Kendaraan tersebut dibuat oleh terdakwa sedemikian rupa di bagian tangki minyak, sehingga kapasitas bahan bakar yang dapat dibeli sebanyak 315 Liter atau seharga Rp2.031.750 BBM berjenis premium.

Terdakwa membelinya ke beberapa SPBU di sekitar Kota Padang secara berulang kali, lalu menyalin bahan bakar minyak jenis peremium ke beberapa jeriken menggunakan selang sepanjang 70 cm.

Selanjutnya setelah bahan bakar minyak jenis premium disimpan di dalam jeriken, terdakwa mengangkat bensin tersebut dan menjual kepada penjual minyak yang tersebar di beberapa di Kota Padang.

Akibat perbuatan terdakwa yang telah merugikan masyarakat di sekitar kota Padang karena akan mengalami kesulitan atau kelangkaan memperoleh bahan bakar minyak jenis premium, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur diancam pidana pasal 53 huruf b,c,d Undang- Undang no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

[Murdiansyah Eko]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru