oleh

DALAM PERTEMUAN DENGAN UPT TERUNGKAP

Aset Disdikpora Kabupaten Solok Banyak Disalahgunakan

AROSUKA (Metrans)
DINAS Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Solok menginventarisir aset-aset daerah di dinas tersebut. Hal itu disebabkan banyak barang-barang milik Pemkab Solok yang tidak jelas lokasi dan penetapan peruntukannya.

Hal itu diungkapkan Kepala Disdipora Kabupaten Solok Syahrul Efendi dalam pertemuan dengan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Dasar (Diksar), Kepala Sekolah SMP dan pihak-pihak yang mengelola barang-barang milik Disdikpora Kabupaten Solok, di Aula Disdikpora, akhir pekan lalu.

Pertemuan yang dihadiri olah Wabub Solok, Yulfadri Nurdin dan Plt Sekda Kabupaten Solok Edisar, tersebut, Syahrul juga menyatakan penatausahaan aset tersebut direncanakan dalam waktu dekat ini.


Syahrul menyatakan salah satu upaya menginventarisir aset tersebut adalah dengan pengkodean barang. Hal ini sesuai dengan system pengelolaan barang Pemkab Solok saat ini.

“Barang-barang yang berupa aset benda milik Disdikpora, tersebar di seluruh Kabupaten Solok. Ada yang berada di UPT-UPT, sekolah-sekolah dan beberapa kantor milik Disdikpora. Semuanya nanti akan kita tata ulang, untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing satuan kerja. Sehingga, barang-barang yang rusak, dihapus, dijual, hilang atau sebab lain dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

Lebih lanjut Syahrul mengungkapkan, untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah tersebut, setiap tahun anggaran, akan dilakukan efisiensi dan efektivitas barang. Hal itu, di samping untuk kebutuhan, juga menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

“Barang-barang tersebut harus bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Juga harus sesuai dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini. Jangan sampai kita masih menyimpan barang-barang yang tidak bisa lagi digunakan. Baik oleh aparatur, maupun oleh masyarakat,” ujarnya.

Syahrul juga menyatakan, melalui perencanaan kebutuhan barang, satuan kerja sebagai pengguna barang itu dapat memanfaatkan, menatausahakan, memelihara barang milik daerah secara memadai, akurat, dan akuntabel.

“Karena itu, perlu dilakukan bimbingan teknis. Kita harap para peserta bisa memahami agar semua barang milik daerah yang dikelola, dapat dikontrol dengan baik. Mereka juga harus memahami tentang cara pengelompokan jenis dan bentuk barang, serta memahami tata cara pengamanan aset dari penyalahgunaan, penyimpangan, dan penggelapan barang milik daerah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” tuturnya. (rzl)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru