oleh

TELAH DIMULAI DI KABUPATEN 50 KOTA

Awas! Penipu Berkedok Pengangkatan PNS Mulai Berkeliaran

SARILAMAK (Metrans)

Bagi pegawai honorer, khususnya kalangan guru-guru diminta untuk berhati-hati terhadap adanya aksi penipuan berkedok pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akhir-akhir ini marak terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota.

Meskipun modus penipuan berkedok pengangkatan PNS ini tergolong gaya lama, namun jika calon korban tidak jeli menyikapi bujuk rayu yang diperankan para pelaku yang mengaku dirinya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Limapuluh Kota, dipastikan akan tergiur dengan janji-janji yang dilancarkan para pelaku.


Setidaknya, itulah yang dialami dua orang guru Taman Kanak-kanak dari Kecamatan Luak, Leni Seswita, guru TK Bunga Setangkai, Jorong Batang Tabik, Nagari Sungai Kamuyang dan Risna Maliza, guru TK Pelangi, Jorong Tarok, Nagari Andaleh, Rabu siang (25/1). Kedua guru TK itu mendapat telepon dari seorang laki-laki mengaku bernama Irfan pegawai BKD Pemkab Limapuluh Kota.

“Hallo.. apa ini TK Bunga Setangkai dengan ibu Leni Siswita? Perkenalkan nama saya Irfan staf dari BKD Pemkab Limapuluh Kota. Apa ibu Leni Seswita sudah pegawai honorer Kategori II,” demikian laki-laki bernama Irfan itu awal memperdaya calon korbannya.

Karena laki-laki yang menghubunginya itu mengaku staf dari BKD Pemkab Limapuluh Kota dan mengaku suruhan Kepala BKD, Indra Nazwar, awalnya Leni Siswita percaya jika yang menghubungi dirinya itu pegawai BKD Pemkab Limapuluh Kota.

“Benar pak saya ibu Leni Seswita. Jangankan pegawai honorer K2, guru bersertifikasi saja saya belum, Pak!” jawab Leni Seswita.

Mendapat respon dari calon korbannya, lantas laki-laki bernama Irfan yang mengaku-ngaku staf dari BKD Pemkab Limapuluh Kota itu mencoba memperdaya terus  Leni Seswita.

“Beruntunglah ibuk, nanti ibu bicara denganKepala BKD Pemkab Limapuluh Kota Indra Nazwar. Nanti saya kirim nomor handpone-nya,” ujar laki-laki itu lalu menutup pembicaraannya lewat Hp bernomor 08521080059.

Diceritakan Leni Seswita, selang beberapa menit kemudian, benar saja laki-laki bernama Irfan itu lewat pesan singkat melalui SMS dia mengirimkan nomor telepon bernomor 08122294789, yang katanya adalah nomor handpone Kepala BKD Indra Nazwar.

Saat itu, Leni Seswita, mengaku sangat bersyukur akan diangkat menjadi PNS. Dalam kegembiraa dan kegaluannya itu, tiba-tiba handpone Leni Seswita berdering. Seorang laki-laki mengaku bernama Indra Nazwar telah menghubunginya dan menyatakan bahwa dirinya sangat beruntung karena dapat kesempatan diangkat menjadi PNS.

“Ibuk beruntung karena dapat kesempatan diangkat menjadi PNS,” ungkap laki-laki mengaku-ngaku sebagai Kepala BKD Indra Nazwar dengan sangat menyakinkan.

Namun, ketika ditanya oleh Leswita bagaimana langkah selanjutnya untuk mengurus menjadi PNS itu, Indra Nazwar palsu alias bodong itu mencoba menyakinkan Leni Seswita agar, Kamis pagi (26/1) dia segera menyerahkan persyaratan, foto copy SK pegawai honorer, KTP, Ijazah ke kantor BKD Pemkab Limapuluh Kota.

“Besok pagi, ibu ke kantor BKD untuk menyerahkan berkas-berkas. Namun, sebelum ibu menghadap saya di kantor BKD, tolong transfer uang sebanyak Rp 3,5 juta melalui rekening. Kemudian kertas slip bukti penyetoran itu, besok ibu berikan kepada saya di kantor BKD. Segera ibu stor ke bank ya. Karena di tempat ibu tinggal tidak ada bank, segera saja pergi ke Pasar Ibuh. Saya tunggu sekarang ya,” ujar laki-laki itu mulai melancarkan aksi penipuannya.

Curiga akan menjadi korban penipuan, lalu Leni Seswita menghubungi temannya sesama guru TK. Melalui temannya itu, kedua guru TK tersebut mencoba menghubungi Kepala BKD Indra Nazwar yang sesungguhnya. Betapa terkejutnya, Leni Seswita, ternyata benar orang yang mengaku-ngaku Bapak Indra Nazwar adalah palsu.

Malah, pada kesempatan itu, Indra Nazwar yang asli memberinya nasehat agar tidak terjebak dan masuk dalam perangkap aksi penipuan. “Dan lagi, saat ini, saya tidak lagi menjabat sebagai Kepala BKD Pemkab Limapuluh Kota,“ ujar Indra Nazwar seperti ditirukan Leni Seswita.

Karena sakit hati coba ditipu oleh laki-laki yang mengaku-ngaku Bapak Indra Nazwar Kepala BKD itu, Leni Seswita mencoba menghubungi laki-laki itu dan meminta untuk bisa bertemu langsung karena dia mengakui akan menyerahkan bukti slip penyetoran uang itu secara langsung.

“Namun, karena tahu akan dijebak oleh Leni Seswita, kemudian laki-laki mengaku-ngkau Kepala BKD Limapuluh Kota itu memutus pembicaraan lewat telepon genggamnya itu,” ujar Leni Seswita menceritakan pengalamannya yang nyaris menjadi korban pernipuan bersama seorang temannya semasa guru TK yakni Risna Maliza.

Sementara itu, Indra Nazwar ketika dihubungi membenarkan bahwa sudah banyak para guru honorer yang menghubunginya berkaitan adanya aksi penipuan lewat modus diangkat menjadi PNS ini.

Ini adalah aksi penipuan gaya lama. Saya minta para pegawai dan guru-guru honorer agar berhati-hati dengan aksi penipuan seperti ini. Apalagi saya tidak menjabat lagi sebagai Kepala BKD,” ujar Indra Nazwar memberi nasehat. (li2)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru