oleh

KAMPANYE GPN

BI Ajak Masyarakat Tukar Kartu Debit dengan Kartu Berlogo GPN

PADANG (Metrans)

Untuk mendukung program gerbang pembayaran nasional (GPN), Bank Indonesia (BI) dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah Sumatera Barat (BMPD) menggelar "Kick Off" Kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan Percepatan Penukaran Kartu Berlogo GPN" di Kantor Perwakilan BI Sumbar, Minggu (29/7).

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 17 titik di seluruh nusantara, sekaligus mewakili peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia.


Kepala Perwakilan BI Sumbar, Endy Dwi Tjahjono mengatakan, usai kampanye, akan dilanjutkan dengan kegiatan penukaran kartu pada area-area tertentu di Kota Padang, dan pada masing-masing bank serta diikuti dengan pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat.

"Pekan penukaran kartu berlogo GPN merupakan tindak lanjut acara peluncuran bersama kartu berlogo GPN di Jakarta pada 3 Mei 2018 yang lalu untuk mendorong masyarakat menggunakan kartu berlogo GPN," katanya, Minggu (29/7).

Dikatakan, hal itu dilakukan sesuai dengan tema kampanye "GPN Pemersatu Transaksi Pembayaran Nasional", dengan adanya GPN diharapkan masyarakat tidak perlu lagi memiliki banyak kartu untuk bertransaksi, dan infrastruktur pemrposesan pembayaran (EDC) dapat disebar lebih merata tidak hanya di kota-kota besar, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya.

Lebih lanjut dikatakan, selain itu, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai keamanan data karena seluruh proses dilakukan di dalam Negeri melalui jaringan domestik (ATM Bersama, Prima, Alto, dan Link).

"Bahkan masyarakat juga dapat menikmati biaya administrasi yang lebih murah karena seluruh pemrosesan dilakukan di domestik dan bank tidak dikenakan biaya lisensi logo," tandasnya.

Ia mengatakan, peluncuran kartu berlogo GPN menandai suatu tonggak pencapaian penting dalam pengembangan sistem pembayaran di Indonesia.

Dijelaskan, GPN memulai implementasi secara penuh dan digunakan secara luas oleh masyarakat berkat kerjasama yang harmonis dan sinergis antara Bank Indonesia dengan pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, Kementerian BUMN dan Kementerian PUPR, OJK serta industri perbankan dan sistem pembayaran.

"Diluncurkannya GPN merupakan mementum penting dalam perwujudan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia. GPN menjadi terobosan dalam menghilangkan fragmentasi melalui interkoneksi dan interoperabilitas antar penyelenggara jasa sistem pembayaran," kata dia.

Ia berharap, kehadiran GPN dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dan mempermudah masyarakat untuk melakukan transaksi pembayaran, dengan biaya lebih rendah. Biaya yang lebih rendah tersebut dapat dinikmati oleh pedagang dan pembeli," katanya.

Sementara, kata dia, manfaat yang dirasakan oleh merchant adalah penurunan MDR yang semula berkisar antara 2 hingga 3% menjadi hanya 1%. Bahkan, untuk penerima bantuan sosial Pemerintah, GPN mengenakan MDR sebesar 0%. Sehingga, penerima manfaat atau bantuan tidak dikenakan biaya untuk melakukan pencairan.

"Dengan kerjasama dan sinergi yang terjalin dengan baik, kami yakin bahwa tujuan GPN sebagai pemersatu transaksi pembayaran Nasional dapat diwujudkan. Terhitung tanggal 1 Januari 2022, penerbit wajib memastikan seluruh nasabah yang memiliki kartu ATM atau kartu debet harus memiliki paling sedikit 1 kartu ATM atau kartu debet berlogo nasional," tutupnya.

Dalam kampanye itu tampak hadir puluhan perwakilan perbankan yang akan dilibatkan dalam sosialisasi peluncuran kartu debit berlogo GPN di Kota Padang. (Raihan)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru