oleh

BERGELAR DATUK BANDARO JAMBAK

Budi Syukur Dilewakan, Wagub Sumbar Minta Peran Datuak Dimaksimalkan

AIR HAJI (Metrans)
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Dt Malintang Panai meminta peran datuak di tengah masyarakat dimaksimalkan guna mengatasi persoalan yang meresahkan seperti Lesbian, Gay, Biseksual dan Trasgender (LGBT), penyakit masyakat serta lainnya.

"Disamping itu Penghulu mempunyai tugas dan kewajiban yang digariskan adat. Ada empat kewajiban dimiliki penghulu dalam memimpin anak kemenakannya, yaitu manuruik alue nan luruih (menurut garis-garis kebenaran yang telah diatur adat), manampuah jalan nan pasa (melaksanakan apa yang telah digariskan adat dan tidak boleh menyimpang), mamaliharo harato jo pusako (harta pusako tempat anak kemenakan berketurunan mencari kehidupan, beribadah dan berkubur) dan mamaliharo anak kemenakan (Penghulu wajib memelihara anak kemenakan)," kata Nasrul Abit saat memberi sambutan pada acara melewakan S. Budi Syukur sebagai Datuak Bandaro Jambak, di Air Haji, Pesisir Selatan, Sabtu (2/2).

Nasrul Abit mengatakan, jika tugas tersebut dilaksanakan secara maksimal maka penyakit-penyakit masyarakat seperti LGBT, judi dan lainnya bisa dicegah.


Selanjutnya Nasrul Abit menjelaskan, penghulu adalah seorang niniak mamak dalam kaum atau suku. Kemudian seorang  penghulu juga menempati jabatan tertinggi di dalam kaumnya, sekaligus mewakili kaumnya dalam berunding di kampungnya dan di dalam majelis-majelis adat.

"Makanya tugas  pangulu relatif berat yakni, kusuik nan ka manyalasaikan, karuah nan kamanjaniahkan, mambalah taampuluo, manimbang samo barek, bakato bana sajalan luruih, biang nan kamanabuak, gantiang nan kamamutuih dan kato putuih hukum bajalan," katanya.

Selanjutnya, Nasrul Abit  juga mengingatkan sebagai datuak dia harus menjaga martabatnya, karena gelar datuak yang disandang adalah gelar kebesaran pusako adat dalam suku atau kaumnya.

"Banyak pantangan dan larangan yang tidak boleh dilanggar oleh seorang bergelar datuak dan tidak sedikit pula sifat-sifat positif yang dimilikinya," Katanya.

Sebagai pangulu, mereka harus tahu tugas dan tanggung jawabnya terhadap saudara dan kemenakan dalam membina mengayomi melindungi dan mengatur pemanfaatan harta pusako tinggi dan tanah ulayat untuk  kemakmuran saudara dan kemenakannya.

Kemudian Wagub berpesan dan mengajak seluruh unsur pemangku adat, khususnya para penghulu, marilah kita saling bekerjasama "saciok bak ayam, sadanciang bak basi," saling berkontribusi dalam membangun kampung halaman dan nagari, bertukar pikiran, memberikan ide kreatif, menjaga silaturahmi, dan menjaga satu kesatuan nagari.

"Selamat buat Pak Sengaja Budi Syukur menjadi Datuak Bandaro Jambak. Semoga mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan mampu menjaga sumpah. Semoga Allah senantiasa memberi kekuatan dan bisa mengabdi kepada keluarga, kaum, masyarakat dan daerah ini," ujarnya.

Acara melewakan Penghulu Datuak Bandaro Jambak ini dihadiri oleh Kepala OPD sumbar, ketua LKAAM Sumbar, ketua LKAAM Kabupaten Pesisir Selatan, Ketua KAN Air Haji, perangkat adat Datuak Bandaro Jambak nagari Air Haji, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang Kecamatan Linggo Sari Baganti, dan 150 undangan lainnya.

Sesuai dengan prosesi adat dengan berarakan bendi yang iringan musik tradisional Budi Syukur Datuak Bandaro Jambak dan istri bersama para tokoh perangkat penghulu Kaum Jambak, Niniak Mamak, Bundo Kanduang dan Dubalang Kaum Jambak.

Malewakan gala ditandai dengan acara penyematan saluak dan pemasangan keris oleh Tuangku Rajo Adat Nagari dan dilanjutkan  penyerahan cendramata dari Ketua kaum jambak.(pep)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru