TERIMA KADO SPESIAL HUT KE 72 RI

Bupati Mentawai Apresiasi Program Ekspedisi Merah Putih PLN Sumbar

Tim Ekspedisi Merah Putih Mentawai yang dipimpin General Manager PLN Sumbar, Bambang Yusuf berbincang dengan Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet di ruang kerjanya, Rabu (16/8).

TUAPEJAT (Metrans)

Bertepatan dengan Ulang Tahun ke 72 Republik Indonesia, PT. PLN Sumatera Barat melakukan “Ekspedisi Merah Putih Mentawai Tahun 2017” di kepulauan Mentawai. Program yang dilakukan PLN kali ini bagian dari misi semangat merah putih PLN untuk menerangi seluruh nusantara.

Menurut General Manager PT. PLN Sumbar, Bambang Yusuf, menyampaikan bahwa Ekpedisi Merah Putih Mentawai ini sekaligus dalam rangka untuk mempersatukan NKRI, khususnya di pulau terluar Indonesia. Ia berpendapat selama ini belum seluruhnya warga Indonesia merasakan arti merdeka.


“Bagi orang kota, kalau tidak ada sinyal belum merdeka. Tapi bagi masyarakat di daerah pedalaman mengartikan jika belum ada listrik berarti belum merdeka. Makanya tugas kita membawa misi PLN untuk memerdekakan mereka,” papar Bambang, Rabu (16/8) di ruang kerja bupati Mentawai.

Bambang menambahkan, Ekspedisi Merah Putih Mentawai 2017 ini membawa tiga misi, yakni meresmikan pengoperasian PLTD di Desa Petaet, meresmikan penyalaan 42 pelanggan baru di Desa Petaet, dan peresmian pengoperasian 24 jam PLTD Mailepet dan PLTD Pokai.

“PLTD di Desa Petaet ini PLTD yang ke-9 yang ada di Mentawai setelah PLTD di Tuapejat, Seibaru, Sikakap, Saomangayak, Peipei, Maileppet, Saibei, dan Pokai,” sebut GM PLN Sumbar ini.

Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet, menyambut dengan baik program PLN Sumbar ini. Menurut Yudas, masyarakat Mentawai sangat membutuhkan listrik untuk meningkatkan taraf hidup, ekonomi, dan sumber daya manusianya. Ia menyebutkan listrik sebagai gerbang untuk kemajuan masyarakat Mentawai ke depannya.

“Jika listrik sudah beroperasi 24 jam, itu bukti kemajuan Mentawai, dan juga kado spesial untuk Mentawai diumur 72 tahun Indonesia ini. Masyarakat bisa berinovasi, berbisnis, bahkan membuka usaha jus 24 jam untuk tambahan pemasukan,” jelas Yudas di ruang kerjanya.

Apabila ada masyarakat yang tidak sanggup memasang meteran, pihaknya pun siap duduk bersama untuk mencari solusi dengan PLN. Hal yang terpenting menurutnya untuk mempersatukan masyarakat Mentawai, agar kebhinnekaan tidak goyah. Ia berpendapat Mentawai sangat rentan goyah dengan banyaknya pengaruh Asing.

“PLN ini milik negara, jadi memang sudah tanggungjawab pemerintah dalam memberikan pelayan yang baik untuk masyarakat. Jika ada permaslahan, kita bisa duduk bersama dan optimis untuk kemajuan bersama. Kita juga butuh simbol perekat kerukunan dan kebhinnekaan di setiap dermaga,” jelasnya di depan kru eskpedisi PLN, dan Dinas Perhubungan Mentawai, Edi Sukarni. (why)


Jangan Lewatkan