oleh

DI PANTAI AIR BANGIS

Bupati Pasaman Barat Syahiran Turun Langsung Sapu Sampah

SIMPANG EMPAT (Metrans)

Bupati Pasaman Barat (Sumbar), Syahiran tanpa ragu-ragu dan sungkan turun langsung menyapu sampah di pantai Air Bangis bersama Dinas Perikanan Sumbar, Selasa (2/5). Aksi tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian serius Pemkab Pasbar bersama DKP Sumbar terkait kebersihan pantai dan pengembangan objek wisata di daerah itu.

Syahiran kepada Metro Andalas mengatakan kebersihan pantai sangat penting bagi masyarakat pesisir pantai dan juga sangat baik untuk penunjang wisata pantai yang ada.


"Dengan adanya gerakan ini diharapkan masyarakat tergugah membersihkan pantai dan tidak membuang sampah sembarangan. Peran aktif masyarakat menjaga kebersihan pantai sangat penting," katanya.

Ia mengatakan gerakan bersih pantai tersebut dilakukan dalam upaya mendorong masyarakat setempat untuk mengubah perilaku negatif dalam memperlakukan laut beserta ekosistem yang ada di dalamnya dengan sadar akan lingkungan pesisir yang bersih dari sampah.

"Kita tidak sedang melakukan gotong-royong, hanya saja, dengan gerakan bersih pantai ini kita berharap bisa menjadi dorongan bagi masyarakat pesisir dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian laut sebagai sumber kehidupan," ujarnya.

Menurutnya pantai Air Bangis merupakan destinasi wisata andalan Pasaman Barat yang setiap tahunnya dianggarkan dana alokasi khusus untuk pembangunan sarana dan prasarana wisata di lokasi tersebut.

Namun disamping upaya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, juga diharapkan kesiapan sumber daya manusia masyarakat setempat dalam menyikapi hal tersebut.

"Masyarakat harus sadar lingkungan. Jangan buang sampah ke laut. Kebiasaan ini yang harus benar-benar dirobah. Segala potensi yang ada hendaknya didukung oleh perilaku masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Ia mengimbau kepada camat dan wali nagari Sungai Beremas agar mampu mengajak seluruh komponen di daerah tersebut untuk rutin melakukan gerakan bersih pantai.

"Saya ingin kegiatan ini dilakukan terjadwal dan terus menerus, libatkan PKK, anak sekolah dan komponen masyarakat lainnya dalam gerakan bersih pantai ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Sumbar, Yosmeri menyampaikan keprihatinannya atas pola dan perilaku hidup masyarakat di pesisir pantai yang tidak menjaga kebesihan laut. Padahal, kehidupan masyarakat pesisir khususnya dan masyarakat secara global sangat bergantung pada sumber daya alam yang dihasilkan oleh laut.

"Kita harus tingkatkan kepedulian terhadap pentingnya kebersihan pantai. Laut sumber kehidupan bagai semua masyarakat, bukan hanya bagi masyarakat pesisir saja," ungkapnyan

Ia mengatakan, mencemari laut sama saja dengan merusak masa depan masyarakat. Jika kepedulian terhadap kebersihan laut tidak ditegakkan maka pada 2050 mendatang, generasi pelaut akan lebih banyak mendapatkan plastik dari pada ikan di lautan.

"Kondisi ini harus kita dorong selalu. Sampah dipinggir pantai akan menumpuk lebih banyak jika dibiarkan. Jika setiap hari masyarakat membuang limbah plastik, botol, kaleng bekas dan limbah lainnya ke laut, biota laut seperti terumbu karang akan rusak dan produksi ikan akan menurun," katanya.

Ia menekankan budaya buang sampah kelaut harus sesegera mungkin dirobah. Selain itu budaya membangun rumah yang membelakangi laut juga harus dirobah karena berdampak pada kesadaran akan kebersihan laut.


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru