oleh



Bupati Pessel: Walinagari Kalau Sudah Banyak Uang Jangan Berpoligami

PAINAN (Metrans)

Walinagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Mar Isnedi membantah bahwa dia telah berzina dan berselingkuh dengan seorang guru honorer hingga hamil 7 bulan. Menurutnya, dia hanya berpoligami dan telah nikah siri dengan guru itu. Menanggapi hal itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni angkat bicara.

"Kita sedang kaji aturannya dulu, kita liat dulu bagaimana aturannya dan itu harus sesuai aturan. Sepenuhnya akan kita serahkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa," kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, Senin (11/3).


Dia menyebut, Walinagari yang disebut itu nantinya harus bisa menerima keputusan yang ada dalam peraturan.

"Kalau sekarang, sedang diproses Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Nanti seperti apa prosesnya, dia harus terima. Karena masyarakat sudah tidak mau terima hal-hal seperti itu," lanjutnya.

(Baca juga: Walinagari Salido: Saya Tak Berzina, Tapi Berpoligami dan Telah Nikah Siri)

(Baca juga: Wali Nagari Berzina dengan Guru Honorer Hingga Hamil 7 Bulan, Kantor Disegel Warga)

Lebih lanjut kata dia, pihaknya telah mengumpulkan seluruh walinagari untuk mengingatkan jangan sampai berpoligami, karena ini merupakan kecenderungan kaum laki-laki.

"Kita sudah kumpulkan semua wali. Kepada seluruh wali kita sampaikan, kalau sudah banyak duitnya dan nampak perempuan, jangan malah berniat berpoligami. Bertambah gaji, bertambah pula istri. Jangan begitu. Ingatlah perjuangan kita dulu ketika berjuang bersama istri, hingga diaungerahi anak. Tiba-tiba, sudah banyak duit, kita malah berpoligami, jangan begitu," kata dia.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Hamdi mengatakan, pihaknya berencana menonaktifkan Walinagari Salido, Mar Isnedi untuk memudahkan dalam mencari tahu kebenaran apa penyebab yang sebenarnya.

"Sebelum dinonaktifkan kami terlebih dahulu menunjuk pelaksana tugas Walinagari, hal ini bertujuan agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu apakah tindakan yang telah dilakukanya itu bertentangan dengan aturan yang ada atau tidak.

"Kalau tidak bertentangan dengan aturan yang ada, yang bersangkutan akan diaktifkan kembali," ungkapnya. (mil)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru