oleh



Caleg PPP Kota Solok Cabuli Putri Kandung Selama 8 Tahun, PPP: Akan Kami Pecat

SOLOK (Metrans)

Kepolisian Resor Solok Kota, Sumatera Barat (Sumbar), meringkus salah seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Solok berinisial EE (45), dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil Lubuk Sikarah, Jumat (12/4) lalu. Tersangka diduga melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan mengungkapkan, penangkapan terhadap EE berdasarkan laporan polisi LP/109/B/IV/2019 - Polres tgl 12 April 2019 atas dugaan persetubuhan anak di bawah umur. Serta surat perintah penangkapan nomor LP/109/B/IV/2019 - Reskrim tgl 12 April 2019.


Saati dilakukan penangkapan di rumahnya, petugas juga menyita beberapa barang bukti di antaranya, 1 unit hp merk samsung warna hitam, 1 helai baju kaos lengan pendek warna putih bergambar panda, serta 1 helai celana dalam wanita warna cream.

"Tersangka dilaporkan oleh nenek korban bernama Grace Eril (67). Menurut pengakuan pelapor, tersangka telah menyetubuhi anaknya sendiri berinisial SE sejak tahun 2011 saat korban kelas 5 SD hingga terakhir pada 11 April 2019 di rumah tersangka di Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok," kata dia kepada Metrans, Rabu (24/4).

Dia mengungkapkan, tersangka menyetubuhi anaknya yang masih sekolah di salah satu SMA Negeri di Kota Solok itu, dengan cara mengajak anak kandungnya untuk berhubungan suami istri dalam kurun 8 tahun, sejak tahun 2011 hingga 2019. Dalam kurun tersebut, tersangka memaksa korban melakukan oral sex, persetubuhan dan sodomi, secara berulang-ulang.

"Setiap setelah berhubungan, terlapor mengancam korban apabila mengatakan perbuatan terlapor, maka korban akan dimarahi dan dipukuli," jelasnya.

Atas perbuatan cabulnya, tersangka dijerat dengan UU tentang Perlindungan anak dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. 

"Ancaman hukuman itu masih bisa ditambah karena dilakukan tersangka yang merupakan orang tua kandungnya sendiri," terang Donny.

Sementara, Sekjen DPP PPP Arsul Sani menegaskan pihaknya mendukung polisi memproses hukum EE karena dugaan mencabuli putri kandung. Arsul menegaskan, jika bukti-bukti mendukung, partai segera memecat EE.

"PPP mendukung penindakan hukum terhadap siapapun, terhadap caleg atau anggotanya yang diduga melakukan kejahatan amoral atau kesusilaan," kata Arsul, Rabu (24/4). 

"PPP menyerahkannya kepada polisi untuk memprosesnya dan setelah bukti-bukti kuat dan nyata, yang bersangkutan akan kami pecat," tegas Arsul. (rzl)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru