oleh



Cekcok di Kantor Walinagari Sungai Talang, Marto Tusuk Punggung Perangkat Nagari

LIMAPULUH KOTA (Metrans)

Unit Reskrim Polsek Guguak berhasil meringkus seorang pelaku yang diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap dua orang perangkat nagari Sungai Talang, Senin (8/7).

Di mana, dua orang perangkat nagari itu yakni Gulta Samasi (41) dan Romi Ilham (39). Mereka berdua menjadi korban penganiayaan saat sedang melakukan tugas pada hari ini, Senin (8/7) sekira pukul 08.30 WIB.


Kapolsek Guguak, Iptu M. Arvi mengatakan, tersangka Marto (53) ditangkap di rumahnya di Jalan Kaludan, Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota sekira pukul 16.00 WIB berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Sp. Kap/12/VII/2019/Reskrim, tanggal 08 Juli 2019.

"Tersangka ditangkap karena diduga telah melakukan kekerasan terhadap dua orang perangkat nagari di dalam ruangan kerja Wali Nagari Sungai Talang. Penangkapan ini setelah dilakukan gelar perkara sebelum terbitkan surat penetapan tersangka," kata dia.

Saat dilakukan penangkapan, kata dia, pihaknya menyita beberapa barang bukti berupa 1 buah gunting kertas dengan bekas darah dan 1 lembar baju batik lengan pendek disertai bercak darah.

Kapolsek mengatakan, kejadian berawal ketika korban Romi sedang menyelesaikan suatu permasalahan nagari di kantor Wali Nagari. Dan didapatkan sebuah kesepakatan yang mana tersangka merasa tidak senang dengan hasil kesepakatan tersebut.

"Karena tidak senang dengan hasil kesepakatan, tersangka menusuk punggung sebelah kiri Romi menggunakan gunting yang ada di atas meja. Melihat hal tersebut, korban Gulta Samasi berusaha melerainya. Akibat melerai tersebut, dia mengalami luka robek dibagian tangan sebelah kanan," sebut Kapolsek.

Atas kejadian tersebut, kata dia, korban Romi mengalami luka di bagian punggung. Sementara, korban Gulta Samasi mengalami luka di bagian tangan kanan.

"Kemudian salah seorang perangkat nagari lainnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Guguak untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara, tersangka dijerat Pasal 351 ayat 1 dan ayat 2 KUH Pidana dengan ancaman 5 tahun penjara," tutupnya. (li2)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru