oleh

DUA WARIA DIAMAN

Delapan Orang PSK Kota Solok Dikirim “Belajar” ke Panti Sosial Andam Dewi

SOLOK (Metrans)

Dinas Sosial Kota Solok mengirim delapan orang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring Operasi Bina Kusuma SGL-2018 ke Panti Sosial Karya Wanita Andam Dewi, Sukarami. Mereka dijaring dari sejumlah titik di Kota Solok, seperti Taman Syech Kukut dan kafe-kafe malam. Selain delapan orang yang diduga wanita malam, tim gabungan juga mengaman dua orang yang diduga waria.

Kepala Dinas Sosial Kota Solok Rosavella Yohariza kepada Metrans, Senin (26/3), mengucapkan terimakasih kepada tim gabungan atas kerjasamanya dalam rangka memerangi penyakit masyarakat. Menurutnya, koordinasi yang baik dengan berbagai pihak akan membuahkan hasil menjadikan Kota Solok bebas dari Pekat.


"Terimakasih kepada tim gabungan, yang telah melakukan razia, sehingga Kota Solok bisa beraih dari Pekat. Kita harapkan koordinasi ini terus bisa terjalin," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial Dinsos Kota Solok, Rahmad Budi Setiawan mengatakan pihaknya akan melakukan tindak lanjut untuk memberikan efek jera terhadap mereka yang terjaring di Operasi Bina Kusuma SGL-2018.

"Delapan wanita yang terjaring kita kirim ke Panti Sosial Karya Wanita Andam Dewi, Sukarami, Kabupaten Solok. Sementara sementara dua orang yang diduga waria yang terjaring dibolehkan pulang setelah dijemput pihak keluarganya dan membuat surat pernyataan untuk tidak lagi melakukan hal yang sama," ungkap Budi.

Sementara itu, Kapolres Solok AKBP Dony Setiawan, melalui Kasat Sabhara AKP Poniman mengatakan Operasi Bina Kusuma SGL-2018 merupakan Operasi yang bertujuan untuk menekan kriminalitas atau gangguan Kamtibmas.

"Razia ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Serta menegakkan Perda Kota Solok Nomor 8 tahun 2016 tentang Pemberantasan Penyakit Masyarakat," ungkap Poniman. (rzl)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru