oleh



Didesak Kanan-Kiri, Harga Tiket Pesawat Akhirnya Turun

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) meminta agar pemerintah turun tangan untuk mengatasi persoalan mahalnya harga tiket. Setelah didesak dari segala penjuru, akhirnya piohak maskapai penerbangan nasional sepakat menurunkan kembali tiket yang semopat naik hamper dua kali lipat itu. 

 

 


JAKARTA (Metrans)

Ketua INACA Ari Askhara mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, dan Pertamina. Meski belum mendapatkan komitmen pasti sejauh apa kontribusi pemerintah, namun dia mengaku mendapat sinyal positif.

"Dari INACA kami berharap, bisa menurunkan cost atau tarif atau harga variabel cukup signifikan. Kami berharap Pertamina bisa menurunkan [avtur] 10%," ujarnya di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Sejauh ini, bahan bakar memang menjadi variabel terbesar dalam pembiayaan bisnis penerbangan. Komposisi kebutuhan bahan bakar bisa berkisar antara 40% hingga 50%. Di sisi lain, INACA mengimbau tiap maskapai melakukan efisiensi.

"Mereka harus efisiensi, kalau enggak kita akan susah. Efisiensi-efisiensi banyak, saya serahkan kepada airline. Karena berbagai airline efisiensi masing-masing bisa berbeda. Namun yang paling penting adalah stakeholder mendukung kita terkait variabel-variabel cost," urainya.

Di sisi lain, dia juga menjelaskan bahwa kenaikan tarif akhir-akhir ini tidak lepas dari momentum liburan Natal dan Tahun Baru. Dia membantah bahwa ada maskapai yang melanggar aturan penetapan tarif.

"Saya sudah sampaikan dan sudah cek ke beberapa airline, harga di Nataru dan Lebaran sama sejak 2016. Jadi memang triggernya karena season," paparnya.

"Tapi, margin memang dikarenakan adanya kenaikan variabel variabel avtur terus kemudian kurs, dan pinjaman. Karena semua airline ada utang segala macam kan. Jadi sebenarnya kenaikan tidak ada. Sebenarnya sudah sama sejak 2016 dan hanya terjadi saat peak season," lanjutnya.

INACA memang sudah menyampaikan keputusan untuk menurunkan tarif tiket pesawat. "Kita berkomitmen menurunkan harga tiket diikuti komitmen positif para stakeholder. Sebagai contoh kita akan share juga penurunan harga yang sudah kita lakukan," ujar Ari Ashkara.

Menurut dia, INACA sudah berkumpul dan berdiskusi sejak pekan lalu. Ia memastikan INACA mendengar keresahan masyarakat terhadap harga tiket. INACA juga mendengar pendapat para direktur utama maskapai. 

"Sejak Jumat lalu kami sudah menurunkan tarif harga domestik khususnya Jakarta-Denpasar, Jakarta-Yogyakarta. Walau ditengah kesulitan maskapai nasional yang ada, kami lebih mendengar keluhan masyarakat. Intinya seperti itu," katanya. 

Sejak diumumkan harga tiket naik seiring diputuskannya bagasi LCC kini hanya tingal 7 kg saja yang free, penumpang peswat Indonesia terutama di Indonesia Barat, memilih ambil jalur berputar ke Kuala Lumpur atau Singapura menggunakan AirAsia yang tiketnya separuh harga tiket Lion Air. Akibatnya BAndara KLIA Kuala Lumpur ramai oleh penumpang transit dari dan ke Indonesia.

Alasan Penurunan

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) telah menyampaikan keputusan untuk menurunkan harga tiket pesawat. 

Belakangan, harga tiket pesawat yang mahal menuai kritikan dari masyarakat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun mengaku prihatin dan segera mengumpulkan petinggi maskapai nasional hari ini di kantornya, Minggu (13/1/2019), pukul 11.00 WIB.

Tak lama berselang, pukul 14.00 WIB, INACA pun menggelar konferensi pers terkait penurunan harga tiket pesawat.  Lalu, apa alasan di balik keputusan itu?

"Absolutnya sudah kita tentukan. Kita memperhatikan kebutuhan dan daya beli masyarakat di daerah yang tentunya berbeda-beda," kata Ari.

"Ini inisiatif dari Inaca. Kami panggil semua airline (maskapai). Kami merasakan concern masyarakat. Kita langsung bergerak," lanjutnya.

Sebagai ketua INACA, Ari mengaku meminta semua maskapai untuk terus melakukan efisiensi. Kita bisa mengurangi biaya-biaya yang ditanggung oleh maskapai. "Kita sudah laporkan ke pak menteri (Menhub) dan Pertamina untuk menurunkan variabel pembiayaan. Kita tidak akan kurangi safety," ujar Ari.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Awaluddin mengatakan, AP II mendukung penurunan harga tiket pesawat dari sisi biaya-biaya langsung. "Konsepnya nanti ada persentase yang akan kita hitung, kemudian dikembalikan ke maskapai, bisa menurunkan," kata Awaluddin. (han/cnbci)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru