oleh



Dinilai Meresahkan, Warga Laporkan Aktivitas Galian C di Bayang Pessel ke Polisi

PAINAN (Metrans)

Warga Kenagarian Talaok, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan mengeluhkan adanya aktivitas galian C di Jalan Bukik Putuih. Merasa resah dengan aktivitas tersebut, warga setempat memutuskan untuk melapor ke polisi.

Reza (32), salah seorang pemuda setempat mengatakan, pelaporan kepada aparat penegak hukum di wilayah itu adalah salah satu bentuk ketidaknyamanan warga terhadap adanya aktivitas galian C di daerahnya. Sebab keberadaan aktivitas itu menggangu keselamatan warga dan pengendara roda dua yang melintasi lokasi tersebut di saat terjadinya hujan.


"Kami pernah secara bersama-sama menegur oknum yang bersangkutan, tapi tidak diindahkan dan bahkan kami, warga setempat ditakut-takuti serta diintimidasi," kata dia, Rabu (24/4) saat melapor ke Mapolsek Bayang.

Ia mengungkapkan, teguran yang disampaikan oleh masyarakat tersebut terhalang karena ada oknum yang pernah menjanjikan akan membantu pembangunan mushalla di daerah itu.

"Karena yang mengambil kesepakatan adalah tokoh masyarakat juga, makanya kami mengikut saja. Tapi saat ini telah berbeda, aktivitas galian C ini kami taksir akan mengundang bencana besar, buktinya sekarang ini satu unit rumah masyarakat kami telah ditimpa oleh batu yang berasal dari aktivitas galian C ini beberapa waktu lalu," kata Reza.

Ia berharap, dengan adanya keluhan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut, aktivitas galian C itu agar dapat dihentikan sesegera mungkin.

"Nanti, akan kami serahkan laporan secara tertulis, agar pihak penegak hukum bisa bertindak sesuai dengan aturan yang ada," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan, Herman (55) yang juga warga setempat untuk meminta pihak kepolisian untuk segera menghentikan aktivitas galian C mengeruk tanah di wilayah itu ditaksir sudah beraktivitas cukup lama.

"Ini kalau kami nilai adalah aktivitas galian C paling memprihatinkan sekali karena dilakukan di sekitaran pemukiman masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, apabila hal itu dibiarkan, berbagai persoalan negatif akan timbul akibat aktivitas galian C tersebut. Mulai dari tertimpanya salah satu unit rumah milik warga sekitar, terpaparnya debu di waktu musim cuaca terik, jalan licin dan berlumpur yang membuat pengendara roda dua terjatuh, serta rusaknya infrastruktur jalan nagari.

"Mereka melakukan kegiatan itu dengan menggunakan alat berat, yaitunya ekskavator, tanpa ada pertimbangan lain mereka terus menjual tanah dari sana," ujarnya.

Herman juga meminta kepada pihak terkait agar menghentikan kegiatan galian C yang diduga tidak mengantongi izin tersebut.

"Selaku masyarakat saya meminta kegiatan itu berhenti total, ini adalah bentuk langkah tegas dari pemerintah daerah baik melalui penegak hukum maupun pemerintah daerah, agar dampak kegiatan galian C ini tidak meluas," tegas Herman.

Sementara itu, Kapolsek Bayang, Iptu Advianus membenarkan adanya aktivitas galian C di daerah itu, dan bahkan telah terjadi jauh sebelum dia menjabat sebagai Kapolsek di wilayah itu.

"Galian C ini memang sudah lama beraktivitas, bahkan jauh sebelum saya bertugas disini," kata dia.

Pemberhentian secara paksa, kata dia, tidak bisa dilakukan karena tidak adanya sanggahan atau pernyataan sikap keberatan masyarakat terhadap keberadaan aktivitas itu.

"Karena tidak ada laporan masyarakat yang masuk, makanya kami tidak bisa menindak kegiatan itu, dan kami nilai kegiatan itu berjalan dengan baik," ucapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat setempat untuk memberikan laporan secara tertulis kepada pihaknya agar bisa dilakukan penindakan lebih lanjut.

"Kalau ada laporan yang masuk ke kami, maka hari ini juga akan kami hentikan aktivitas galian C itu. Silakan masukkan laporan secepatnya, maka semakin cepat kami menghentikan aktivitas itu," tegas Kapolsek. (mil)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru