TIPU CALON PEMBELI RUMAH

Direktur PT. Grakiva Putra Mandiri Diciduk Polisi di Gunung Pangilun

Kapolresta Padang sedang memberikan keterangan pers atas kasus penipuan tersebut kepada Wartawan. (Foto: Raihan Al Karim)

PADANG (Metrans)

Kepolisian Resor (Polres) Kota Padang, Kamis (27/7), berhasil menangkap Direktur PT. Grakiva Putra Mandiri, Mario yang bergerak di bidang properti dan sudah beroperasi sejak tahun 2013 lalu. Dia diciduk menindaklanjuti laporan Indra Farma (55).

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kota Padang, Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan bahwa pelapor Indra Farma beserta pelapor lainnya melaporkan suatu tindak pidana kejahatan penipuan dan penggelapan, serta pelanggaran terhadap Undang-undang konsumen.


"Modus pelaku Mario menawarkan rumah. Dimana rumah yang ditawarkan itu ada yang sudah berupa rumah dan ada juga yang berupa tanah. Tapi satu lahan ditawarkan kepada beberapa orang. Dan semuanya dimintai uang muka. Pelaku menjanjikan kepada konsumen bahwa dua bulan setelah membayarkan uang muka, maka akan ada proses penindaklanjutan dari kepemilikan rumah tersebut," ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz di Polresta Padang, Kamis (27/7).

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah satu tahun dari pembayaran uang muka, jangankan ada prosesnya. Tanah, rumah ataupun lokasi yang dijanjikan itu ternyata tidak ada.

Sebelumya, jumlah pelapor ke Unit 1 Polresta Padang sebanyak tujuh pelapor. Lalu, dua hari yang lalu ada lagi yang mengatasnamakan 77 orang melapor ke Polda Sumbar karena merasa ditipu dan dirugikan karena mendapatkan janji yang sama dari pelaku Mario. Karena laporannya sudah ada di Polresta Padang, pelapor yang melapor ke Polda Sumbar, diarahkan ke Polresta Padang.

"Dari data yang didapat, ada yang dirugikan dari berbagai macam nominal seperti Rp10.500ribu, ada yang Rp8 juta, Rp13 juta, Rp12 juta, Rp28 juta, Rp30 juta, Rp70 juta, ini ada yang dari Payakumbuh juga," lanjutnya.

Lanjutnya, pelaku telah dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali, tetapi pelaku tidak memenuhi panggilan tersebut, maka Kamis (27/7) dinihari sekira pukul 01.30 WIB keberadaan pelaku dilacak walaupun keberadaan pelaku sering berpindah lokasi, dan pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya yang berlokasi di belakang Rumah Sakit Ibnu Sina Gunung Pangilun Kota Padang, Sumatera Barat.

"Pelaku dikenakan pasal 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan, serta Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, pasal 62 ayat 1 ancaman hukumannya 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp2 miliar rupiah," tambahnya.

Menurut laporan, dari tahun 2016 sudah ada korban yang dijanjikan dengan kepemilikan rumah itu sendiri, serta uang yang berhasil diraupnya menurut catatan saat ini ada sekitar Rp1,067 miliar..

"Untuk kemungkinan terlibatnya pelaku lainnya, kita akan kembangkan nanti setelah hasil pemeriksaan. Karena tersangka Mario baru ditangkap tadi malam. Dan bisa jadi dia tidak bekerja sendiri," tambah Kapolres.

Kapolresta menambahkan, pelaku tidak hanya menjanjikan rumah di Padang, tetapi ada juga menjanjikan proyek itu di Payakumbuh dan di Solok.

Pelaku Mario saat ditanyai wartawan, mengatakan bahwa konsumen yang telah membayarkan uang muka sudah ada sekitar 130 orang. Untuk jumlah uang muka, ia mengatakan bervariasi. Mulai dari Rp10 juta keatas.

"Di solok, tepatnya di Halaban, rumahnya sudah terbangun sebanyak 40 unit dan sekarang sedang menunggu KPR. Sedangkan yang di Padang, sedang pemrosesan surat-surat. Kendala saya saat ini karena sertifikat saya masih dalam proses turun waris," kata pelaku Mario. (han)


Jangan Lewatkan