Ditembak karena Kabur Saat Ditangkap, 2 Kg Ganja Kembali Antar Devi ke Penjara

Tersangka bersama barang bukti berupa lebih kurang 2 kilogram ganja saat berada di Mapolsek Lubuk Begalung.

PADANG (Metrans)

Tim Opsnal Polsek Lubuk Begalung meringkus seorang terduga kurir sekaligus pengedar narkotika jenis ganja, Rabu (22/1) malam. Tersangka bernama Devi Rusli alias Badai (32) harus dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan dan kabur dari kejaran petugas yang hendak menangkapnya saat bertransaksi narkoba.

Tersangka diringkus di Jalan Makasar Pasar Gaung, RT 02 RW 03, Kelurahan Gates, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang sekira pukul 23.00 WIB. Dari tangan tersangka, berhasil disita barang bukti narkoba jenis ganja dengan berat lebih kurang 2 kilogram.


Kapolsek Lubuk Begalung, AKP Andi Parningotan Lorena mengatakan, penangkapan terhadap tersangka yang merupakan residivis dalam kasus yang sama itu berawal dari informasi masyarakat bahwa pelaku kembali beraksi setelah beberapa kali keluar masuk Lapas, sehingga ia meresahkan masyarakat.

"Terkait informasi, selanjutnya tim Opsnal Polsek Lubeg melakukan penyelidikan ke lokasi dan diketahui bahwa target kita akan melaksanakan transaksi sekira pukul 23.00 WIB malam kemarin," ujar Andi saat dikonfirmasi, Kamis (23/1).

Andi menambahkan, pada saat pelaku melakukan transaksi dan hendak dilakukan penangkapan serta ketika hendak digeledah, pelaku mencoba melakukan perlawanan dengan melarikan diri.

"Pelaku akhirnya berhasil melarikan diri. Kemudian dilakukan pengejaran oleh Tim Opsnal kita dan pelaku pun berhasil ditangkap dengan cara melumpuhkannya," terang Andi lagi.

Setelah mendapatkan tembakan terukur di betis sebelah kirinya, tersangka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk mendapatkan perawatan sebelum akhirnya dibawa ke Mapolsek Lubeg untuk penyelidikan lebih lanjut.

Diketahui, petugas dari Polsek Lubeg yang dipimpin oleh Dantim Buser, Ipda Ricardo langsung melakukan pengintaian selama lebih kurang 4 Jam, akhirnya pelaku datang dan membawa narkoba ingin bertransaksi dengan seseorang yang ingin membeli barang haram tersebut.

Pada saat dilakukan penangkapan, konsumen berhasil kabur sedangkan tersangka melihat petugas mencoba melawan dan ingin melarikan diri. Dengan terpaksa dan terukur tersangka langsung dihadiahi timah panas oleh petugas hingga menyebakan tersangka tidak berdaya dan pasrah digiring oleh petugas.

Sedangkan untuk pelaku adalah resedivis sudah tiga kali masuk penjara dalam kasus yang sama sebagai pengedar dan kurir narkoba. Namun pelaku tidak jera dan masih melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum.

Untuk pelaku sendiri akan dikenakan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (Buliza Rahmat)


Jangan Lewatkan