oleh



Diwarnai Aksi Dorong Mendorong dengan Polisi, ini Tuntutan Mahasiswa Saat Unjuk Rasa di DPRD Sumbar

PADANG (Metrans)

Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Padang menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Sumatera Barat, Senin (20/5) sekira pukul 14.00 WIB. Unjuk rasa ini diwarnai aksi dorong mendorong antara kepolisian dengan mahasiswa yang ngotot ingin masuk ke gedung DPRD Sumbar, namun dihadang oleh sejumlah aparat kepolisian.

Suasana mendingin setelah pihak kepolisian dan pihak sekretariat DPRD Sumbar melakukan negosiasi dengan perwakilan mahasiswa untuk mempersilakan melakukan pengecekan ke dalam gedung dan bernegosiasi di Ruang Sidang Komisi I DPRD Sumbar.


Koordinator Aksi, Indra Kurniawan mengatakan, mereka ingin masuk ke gedung DPRD Sumbar hanya ingin bertemu dengan anggota DPRD. Namun pihak sekretariat mengatakan tidak ada seorangpun anggota dewan di gedung tersebut.

Ia mengatakan, mereka hanya ingin menuntut beberapa hal kepada wakil rakyat. Aksi ini merupakan hasil follow up dari aksi yang dilakukan di KPU beberapa waktu lalu.

"Sejatinya, kita ada 3 tuntutan khusus hari ini. Di mana tuntutan khusus kita merupakan hasil follow up dari aksi yang dilakukan di KPU sebelumnya. Jika tidak terealisasi, kita akan memberikan masalah yang lebih besar," kata dia ketika diwawancarai awak media di Ruang Sidang Komisi I DPRD Sumbar, Senin (20/5).

Beberapa tuntutan mereka di antaranya, mereka meminta pada tahun ini, agar ada suatu kebijakan atau sebuah kepastian yang diberikan pemerintah terhadap rakyatnya di Sumbar. Sebab, hingga saat ini tercatat sudah 500 orang lebih menjadi korban keganasan pada Pemilu 2019.

"Kita meminta tahun ini, ada suatu kebijakan atau sebuah kepastian yang diberikan pemerintah terhadap rakyatnya di Sumatera Barat bahwasannya elit-elit politik tidak terlalu boleh mempermainkan rakyatnya sendiri sehingga timbul perpecahan. Karena kita takutkan, hal-hal yang seperti ini, situasi politik seperti ini dimainkan oleh elit global yang bisa menghancurkan keutuhan bangsa kita sendiri," kata dia.

Ia berharap, anggota DPRD mengevaluasi kinerja Pemilu tahun ini terkait isu kesehatan. Sehingga ini menjadi rekomendasi pada Pemilu yang akan datang.

"Kita ingin legislatif mengevaluasi kinerja pemilu hari ini tentang kesehatan. Sehingga ini menjadi rekomendasi pada pemilu yang akan datang. Karena kita yakin, ini adalah pemilu yang terburuk sepanjang masanya Indonesia," jelasnya.

Mereka ingin, legislatif segera membentuk tim yang memang bisa menyelesaikan krisis-krisis yang terjadi saat ini.

"Kita harap legislatif segera membentuk tim yang bisa menyelesaikan krisis-krisis seperti krisis kepercayaan, krisis kemanusiaan dan lainnya. Dan selanjutnya kita akan segera surati anggota dewan kita agar bisa bertemu. Setidaknya kita bisa menggelar sidang rakyat di sini," jelasnya.

Tak hanya ingin menuntut, dalam waktu dekat, kata dia, mereka akan membentuk tim pencari fakta terhadap isu kesehatan dan isu kelelahan yang menjadi alasan kematian para pejuang demokrasi.

"Kita tidak hanya menuntut, tetapi kita akan segera dalam waktu dekat akan membuat tim pencari fakta terhadap isu kesehatan, isu kelelahan atau alasan kelelahan yang menjadi alasan sebagai kematian para pejuang demokrasi," tutupnya.

Sementara, Kabag Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Sumbar, Rismunandar mengatakan, akan meneruskan surat tertulis yang diberikan oleh para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa itu, kepada anggota dewan. Dia menyebut, tak satupun anggota dewan yang berada di DPRD Sumbar pada hari ini, karena sedang berada di luar Provinsi Sumatera Barat.

"Kita akan teruskan tuntutan mahasiswa ini ke anggota dewan. Karena saat ini, tak satupun anggota dewan berada di kantor. 65 anggota dewan di 5 komisi di DPRD Sumbar ini, sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta, Bandung, Palangkaraya dan Yogyakarta," tutupnya. (Raihan Al Karim)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru