oleh



DPR RI Dukung Pengembangan Energi Terbarukan Sumbar

PADANG (Metrans)
Potensi besar Sumbar di bidang energi baru dan terbarukan mendapat dukungan dari Komisi VII DPR RI untuk dikembangkan. Komisi VII DPR RI siap mengawal kebijakan pemerintah pusat untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan, terutama geotermal yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

"Kami dari Komisi VII DPR RI sangat merespon keinginan gubernur Sumbar untuk mengembangkan energi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Sumbar memiliki potensi besar untuk dikembangkan,"  ujar Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irwan saat kunjungan kerja ke Sumbar di Auditorium Gubernur, Senin (19/2).

Dikatakannya, bahwa arah dari kebijakan pemerintah juga sama dalam pengembangan energi baru terbarukan. Untuk itu, Komisi VII DPR RI akan mengawal hal ini sehingga pemerintah konsisten terkait kebijakan tentang energi terbarukan.


"Pemerintah sudah memiliki roadmap (peta jalan) yang mana pada tahun 2025 dari energi terbarukan mencapai 23 persen. Namun, baru saja kami konfirmasi kepada kementerian terkait baru mencapai 10 persen. Jika tidak ada percepatan dan fokus perhatian pada sektor ini, saya pesimis itu dapat dicapai," katanya.

Untuk itu, kata Gus Irawan perlunya percepatan dan perhatian khusus pada sektor energi baru terbarukan ini perlu difokuskan. Sehingga, diharapkan Sumbar dapat menfokuskan pengembagan energi baru terbarukan ini.  Terutama, tenaga air dan panas bumi sehingga dapat dijadikan sebagai lumbung energi hijau atau energi baru terbarukan di Sumatra.

Sementara, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan, potensi energi baru dan terbarukan yang bisa dijadikan sumber listrik di daerahnya sangat banyak, dalam hitungannya terdapat sebanyak 16 titik geotermal yang bisa dikembangakan dari enam gunung berapi di Sumbar.

“Total secara keseluruhan ada enam belas titik geotermal yang bisa dikembangkan menjadi energi pembangkit listrik,” tuturnya.

Saat ini, dijelaskan Irwan, hanya sebagian kecil yang baru terkelola, diantaranya geotermal di Kabupaten Solok Selatan dan kabupaten Solok baru selesai proses. Proyek tersebut bergerak di bidang kelistikan sehingga listrik Sumbar surflus.

“Daerah kita 60 persen hutan lindung sehingga potensi untuk sektor energi listrik melimpah. Dan paling banyak dari pembangkit kita adalah PLTA, ada Maninjau, Singkarak, PLTMH juga banyak, karena sungai kita banyak sekali, dan hulu sungai-sungai di sumatera banyak dari Sumbar,” katanya.

Menurutnya, meskipun listrik Sumbar surplus Dia tidak menapik kekurangan listrik masih terjadi di Sumbar khusus daerah barat Sumbar yakni kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Listrik, dari kebutuhan 460 MW. Sementara kita punya daya dari seluruh pembangkit sekitar 760 MW. Kita surplus nyaris 300 MW dan itu masuk dalam grid transmisi nasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, gubernur menyampaikan kepada rombongan Komisi VII agar potensi tersebut bisa dikemabangkan dan menjadi pembahasan ditingkat pusat.

“Sumbar sudah declare 'Lumbung Energi Hijau' karena banyak air untuk PLTMH, PLTA. Kita juga ingin dapat dukungan dari Komisi VII DPR. Kami ingin manfaatkan maksimal seluruh SDA yang ada,” harapnya.(pep)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru