oleh

DINILAI ADA KEJANGGALAN

DPRD Sumbar akan Surati OJK Pusat Terkait Penyertaan Modal Bank Nagari

PADANG (Metrans)
Tidak puas dengan jawaban Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar terkait kasus kenaikan Tingkat Kesehatan Bank (TKB) Bank Nagari dari level III ke level II pada Maret 2018 lalu, Komisi III DPRD Sumbar mengajukan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumbar. Selain itu, Komisi III DPRD Sumbar juga akan menyurati OJK Pusat terkait persoalan itu.

"Kita tidak puas dengan jawaban OJK Sumbar terkait kenaikan TKB Bank Nagari dan juga soal kasus penyertaan modal Bank Nagari ke BPR Mutiara Nagari Sijunjung. Masih banyak kejanggalan ditemukan makanya kita ajukan pembentukan Pansus serta kita akan mengirim surat ke OJK Pusat," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Supardi usai hearing dengan OJK Sumbar, Jumat (11/1) di ruang sidang DPRD Sumbar.

Dalam hearing yang dipimpin Ketua Komisi III Murdani dihadiri anggota Liswandi dan Marlina Suswati itu, Ketua OJK Sumbar Darwisman mengatakan bahwa kenaikan TKB Bank Nagari sudah sesuai dengan aturan dan telah memenuhi persyaratan.


(Baca juga: DPRD Sumbar Jadwalkan Hearing dengan Bank Nagari dan OJK)

Sementara Supardi menilai kenaikan itu penuh kejanggalan karena kondisi Bank Nagari selama 2017 mengalami kesulitan dimana bank itu tidak tumbuh dan gagal memenuhi target.

Kinerja yang diperlihatkan Bank Nagari selama tahun 2017 masih jauh dari target. Target laba Rp377 miliar di tahun 2017 itu, hanya mampu direalisasikan Rp305 miliar. Ironisnya, angka itu didapat juga setelah melakukan pengurangan  bonus dan insentif karyawan sebanyak 35 persen. Jika tidak melakukan pemotongan ini, laba Bank Nagari pada 2017 hanya sebesar Rp287 miliar.

Target laba dan pendapatan sebesar Rp401 miliar, sempat dirubah oleh jajaran direksi, komisaris dan pemegang saham pada pertengahan tahun 2017 itu dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) menjadi Rp377 miliar. Meski demikian, penurunan jumlah target yang dilakukan oleh petinggi Bank Nagari ini masih belum dapat dicapai oleh jajaran pemimpin Bank Nagari.

"Bagaimana bisa dikatakan Bank Nagari dalam keadaan sehat jika kondisinya seperti itu. Mungkin parameternya berbeda ya? Saya dan kawan-kawan Komisi III malahan memprediksi akan terjadi penurunkan TKB atau paling tinggi bertahan di level III. Tapi kenyataannya sangat diluar dugaan. Bank Nagari naik ke level II. Ada apa ini," kata Supardi.

Sementara soal penyertaan modal Bank Nagari ke BPR Mutiara Nagari Sijunjung, pihaknya juga mendapatkan kejanggalan dimana penyertaan modal sebesar Rp500 juta itu dilakukan pada 26 Februari 2018, sementara revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank Nagari disahkan pada Juni 2018.

"Selain itu, penyertaan modal di bank Nagari ketentuannya adalah dari deviden. Tapi ternyata itu bukan dari deviden. Ini sangat janggal," katanya.

Menanggapi soal penyertaan modal itu, staf OJK Sumbar, Rifai yang hadir dalam hearing itu memberi penjelasan bahwa penyertaan modal itu sudah masuk dalam penyesuaian RBB yang dilakukan pada Januari 2018.

"Saat itu sudah dibahas dalam penyesuaian RBB di Januari 2018, kemudian baru dimasukkan dalam revisi RBB," tegasnya.

Sedangkan soal penyertaan modal harus dari deviden, OJK Sumbar mengaku tidak mengetahuinya. "Saya tidak tahu itu, apa seperti itu ketentuannya. Apakah kawan-kawan OJK ada mendengarnya," tanya Ketua OJK Sumbar, Darwisman kepada stafnya saat hearing itu.

Darwisman mengatakan penyertaan modal itu sudah sesuai aturan dan pihaknya sudah memprediksi jumlah Rp500 juta yang disertakan ke BPR itu tidak akan mengganggu stabilitas keuangan Bank Nagari.

"Labanya ratusan miliar dan kalau disertakan ke BPR Rp500 juta itu tidak akan mengganggu Bank Nagari," kata Darwisman.

Pernyataan itu mendapat reaksi keras dari Supardi karena yang dilihat itu bukan nilainya tapi proses serta sebab dan akibatnya.

"Ini bukan soal nilainya, tapi soal kepercayaan serta akibatnya. Hilang uang Rp500 juta itu siapa yang tanggungjawab. Rp100 juta saja bisa menjatuhkan Ketua DPD RI. Lembaga tinggi negara, jadi jangan anggap remeh," tegasnya.(pep)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru