oleh

Musdalub Mengapung

DPRD Sumbar Bakal Panggil Pengurus KONI

PADANG (Metrans)

Mundurnya sejumlah pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar mendapat sorotan tajam DRPD Sumbar. Apalagi mundurnya pengurus teras berimbas ke persoalan lain, di antaranya persoalan tuan rumah PON 2024 dan wacana Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) di tubuh KONI Sumbar.

“Terlepas dari banyak pengurus yang mundur, kondisi saat ini Sumbar sedang dihadapkan dengan kecilnya peluang untuk jadi tuan rumah PON 2024. Nah ini tentu harus jadi tanggungjawab bersama, termasuk KONI, kalau yang dimunculkan hanya persoalan, lalu kapan prestasinya,” ingat Wakil Ketua DPRD Sumbar, Arkadius Datuk Intan Bano dari relis yang diterima Metro Analas, Rabu (28/3).


Dengan kondisi ini, katanya, DPRD akan memanggil para pengurus KONI Sumbar untuk mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. Jika memang ada polemik, dewan siap memfasilitasi, termasuk juga jika mayoritas pengurus KONI menginginkan Musdalub diadakan.

“Kita tak akan intervensi, yang jelas semua persoalan harus diselesaikan agar tidak mengganggu prestasi olahraga kita,” tegas Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Demokrat ini.

Informasi terakhir, setidaknya ada 10 orang pengurus KONI yang berstatus ASN mundur. Yang terbaru Wakil Sekretaris Umum KONI Sumbar, Hendra Dupa, juga mundur tanpa membeberkan alasan yang jelas.

(Baca juga: Hendra Dupa Mundur dari Sekum KONI Sumbar)

Arkadius menjelaskan, dalam Undang –undang Nomor 5/2003 tentang Keolahragaan mengatur soal pejabat publik, memang pengurus KONI tidak boleh melaksanakan rangkap jabatan.

“Namun jika mereka mengundurkan diri karena aturan itu tentu tidak ada masalah. Tetapi kalau dia tidak mengacu pada aturan, dan tiba-tiba memutuskan mundur, tentu ada pertanyaan, ini ada apa dengan KONI Sumbar?” ujarnya.

Jika mundur tanpa sebab, menurut Arkadius ada sejumlah dugaan yang patut ditelusuri. Pertama apakah mereka keluar karena management KONI yang tidak baik, atau mereka keluar karena ada keinginannya tidak terwujud, bisa saja dari segi prestasi atau hal lain.

“Tentu mau tidak mau ini akan kita evaluasi terlebih dahulu,” ingat dia.

Arkadius mengingatkan agar polemik yang terjadi tidak mengancam prestasi. Terlebih sejumlah ajang, diantaranya Porprov Sumbar 2018 waktunya semakin dekat.

“Kalau memang akan mengganggu kinerja, kita akan panggil secara kelembagaan,” ingat dia.

Sementara itu Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Bidang Kesra dan Olahraga, Aristo Munandar menilai KONI adalah wadah penting pembinaan dan pengembangan berbagai cabang olahraga (Cabor) untuk peningkatan prestasi.

Dia mengutip, menurut undang-undang keolahragaan nasional yang diatur juga dengan Perda Keolahragaan Sumbar ada 3 induk/wadah berhimpun, KONI, FORMI, dan Disabilitas.

Tentunya keberadaan KONI bagi tiga organisasi tersebut erat kaitannya untuk kemajuan olahraga Sumbar. Untuk itu Aristo menekankan kalau solidaritas kepengurusan mutlak adanya.

“Mundurnya sejumlah pengurus sangat disayangkan, ada apa? Apalagi event olahraga (Porprov) sudah dekat,” tegas Bupati Agam dua periode ini.

Dia mengharapkan untuk dilakukannya restropeksi kembali mencari penyebab kenapa sampai terjadi? “Mari kita bersatu, kompak demi kemajuan olahraga Sumbar, dan juga menyangkut harga diri Sumbar secara nasional,” tutupnya. (*/can)

 


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru